Nasional

APBD 2026 Fokus Percepat Pembangunan Nusa Penida, Belanja Modal Kabupaten Klungkung Meningkat Tiga Kali Lipat
Diterbitkan: 6 Agustus 2026, 16:09 | Diperbarui: 6 Agustus 2026, 16:16

KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan komitmennya mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Kepulauan Nusa Penida. Melalui APBD Tahun Anggaran 2026, Pemkab Klungkung mengalokasikan anggaran lebih besar untuk pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas jalan, fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan air bersih.

Belanja modal APBD Kabupaten Klungkung Tahun 2026 mencapai Rp407 miliar, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025 Rp141 miliar. Peningkatan tersebut dilakukan di tengah tantangan penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat serta pemenuhan belanja gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Bupati Klungkung, I Made Satria menyampaikan peningkatan belanja modal tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. ”Melalui APBD 2026, kami berupaya menghadirkan pembangunan lebih merata, khususnya bagi masyarakat Nusa Penida. Infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan hingga penyediaan air bersih menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah,” ujar Bupati Satria, Kamis (6/8/2026).

Sektor infrastruktur jalan, sejumlah proyek strategis akan dilaksanakan, di antaranya peningkatan Jalan Sampalan–Toyapakeh senilai Rp51,92 miliar, peningkatan Jalan Suana–Pejukutan–Gepuh–Ambengan–Pelilit–Atuh sebesar Rp15 miliar, peningkatan Jalan Bunga Mekar–Pura Kalibun–Prapat–Klumpu Rp10 miliar, peningkatan Jalan Pertigaan Klatak–Lembongan sebesar Rp9,46 miliar, peningkatan Jalan Pertigaan Batumadeg–Batukandik Rp9 miliar, peningkatan Jalan Telaga–Klumpu Rp6 miliar, pembangunan Jalan menuju Broken Beach sebesar Rp7 miliar, dan peningkatan Jalan Lingkar Ceningan Rp12 miliar, peningkatan Jalan Dusun Dungkap-Banjar Buluh Desa Batukandik Rp4,6 miliar, peningkatan jalan menuju Desa Pekraman Cemlagi Rp2,5 miliar, pemeliharaan berkala jalan Toyapakeh-Sebunibus Rp3 miliar, pemeliharaan berkalan jalan Sakti-Penida Rp2 miliar, pemeliharaan rutin jalan di Nusa Penida sebesar Rp4 miliar, pemeliharaan rutin jalan di nusa Lembongan Rp200 juta, pemeliharaan rutin jembatan Rp200 juta, pemeliharaan rutin drainase, trotoar, normalisasi di 4 kecamatan Rp800 juta.

Baca Juga :  Dampingi Kunjungan Moeldoko ke Pelabuhan Sanur, Pj. Gubernur Ajukan Tiga Skema Solusi Kemacetan

Selain pembangunan jalan, Pemkab Klungkung mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, di antaranya pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida senilai Rp47,83 miliar, pengembangan jaringan distribusi air bersih dan sambungan rumah (SR) di Desa Pejukutan Rp15 miliar, peningkatan sarana dan prasarana SD dan SMP di Nusa Penida Rp7,92 miliar, pembangunan Gedung CSSD RSUD Gema Santi Rp4,86 miliar, pembangunan Rumah Dinas di Kantor Polsubsektor Nusa Penida Rp1 miliar, dan peningkatan kualitas jalan lingkungan di Kecamatan Nusa Penida Rp500 juta.

Secara keseluruhan, nilai kegiatan fisik yang direncanakan dalam daftar prioritas tersebut mencapai lebih dari Rp200 miliar, mencakup pembangunan infrastruktur transportasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan, serta penyediaan air bersih.

Pembangunan di Nusa Penida tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Klungkung.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat perlindungan sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Klungkung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp46 miliar untuk pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan serta lebih dari Rp3 miliar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok pekerja rentan.

Menurut Bupati Satria, pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh masyarakat. ’’Pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata di Nusa Penida sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” paparnya. (pas)

Shares: