BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Ribuan pamedek memadati areal Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli sembahyang, Sabtu (11/4).
Bukan saja di jaba tengah, ribuan pamedek mengular memadati ruas jalan di sekitar Desa Adat Batur. Bahkan, sempat terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan akibatnya petugas kepolisian harus bekerja ekstra keras mengurai kemacetan arus lalu lintas tersebut. ”Kepadatan telah dirasakan sejak tiga hari belakangan ini,” ujar salah seorang anggota Polres Bangli yang sedang mejalankan tugas di pertigaan Desa Belancan-Kintamani.
Hasil pengamatan di sekitar Pura Ulum Danu Batur trrlihat pamedek memadati areal pura sejak pagi hari. Mereka kebanyakan datang menggunakan angkutan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil. Menjelang siang rombongan menggunakan armada besar seperti bus mulai memadati areal parkir yang ada di sekitar Tunon, Desa Adat Batur. Sejumlah pamedek terlihat berjalan kaki menuju Pura Ulun Danu Batur, karena petugas kepolisian dan pecalang hanya memperbolehkan parkir kendaraan di tempat parkir yang ada di sejumlah titik. ”Meski ribuan pamedek hadir, namun secara umum proses persembahyangan berjalan naman, nyaman dan lancar,” ungkap salah seorang anggota pecalang di tengah kesibukannya.
Padatnya pamedek ngaturan bhakti kuat dugaan disebabkan rangkaian Karya Ngusaba Kadasa di Pura Uloun Danu Batur akan berakhir Minggu (12/4/2026) besok dan bertepatan dengan menjelang akhir pekan. Pamedek yang hadir di Pura Ulun Danu Batur, selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Pura Besakih dengan melewati ruas jalan hutan Suter-Besakih.
Pada saat bersamaan juga terjadi kepadatan di ruas jalan Penelokan-Suter-Besakih. Para pamedek diharapkan tetap berhati-hati selama dalam perjalanan dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang Petugas dari Polres Bangli.
Puncak rangkaian Karya Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur berlangsung bertepatan dengan Purnama Kadasa, tanggal 2 April lalu dengan Upacara Pepada Agung yang melibatkan ribuan warga Desa Adat Batur dan juga warga seluruh Bali. Idha Bhatara Ulun Danu Batur akan masined Minggu (12/4) melalui sejumlah rangkaian upacara yakni Bhakti Pepranian, Nuek Bagia Pula Kerti, mralina sampian, serta mendem Bagia Pula Kerti serta Bhakti Petingkeb serta Ngeluhur Idha Bhatara-Bhatari. Selanjutnya, keesokan harinya, tanggal 15 April Idha Bhatara Ulun Danu Batur akan melakukan perjalan ke Pura Dalem Balingkang-Desa Pinggan, Kintamani sebelum akhirnya Kamis 16 April dilaksanakan upacara Bhakti Patetami/ Ngantukan Idha Bhatara Lingsir Mewali Nyujur Jambudwipa Mandala.
Meski Ida Bhatara sudah mesineb, namun krama Desa Adat Batur memberikan kesempatan kepada pamedek melakukan persembahyangan 24 jam. Kesempatan ini biasa dilakukan karena masih banyak warga yang belum sempat melakukan persembahyangan selama idha Bhatara Nyejer, khususnya pemedek yang juga melakukan persembahyangan di Pura Besakih. (jel)

