DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa melaksanakan sosialisasi sekaligus pembagian bag komposter kepada masyarakat di Banjar Peken, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan, Selasa (24/3/2026).
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan kegiatan ini langkah nyata Pemerintah Kota Denpasar bersama TP PKK memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini menjadi penting mengingat per 1 April TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik dan mulai 1 Juni akan ditutup secara permanen.
Ia mengajak masyarakat, khususnya ibu rumah tangga mulai memilah dan mengelola sampah secara mandiri dari rumah. Menurutnya, peran keluarga sangat krusial dalam upaya ini. Peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga menjadi kunci dalam pengelolaan sampah dari rumah. ”Saya yakin kalau ibu-ibu sudah bergerak, apa pun rintangannya bisa kita atasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara menjelaskan penggunaan bag komposter sangat efektif mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, canang, dan kulit buah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memasukkan limbah seperti tulang, minyak, dan susu ke dalam komposter karena dapat menimbulkan bau tidak sedap. ”Jika digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.
Ny. Alit Maharatni Purwanasara berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan penuh masyarakat. Paling tidak bisa menekan timbulan sampah dari sumber.
Lurah Renon, I Gede Suweca mengungkapkan hingga saat ini distribusi bag komposter baru terealisasi kepada 525 kepala keluarga (KK) dari total 3.003 KK di wilayah Kelurahan Renon. Pihaknya menargetkan sebelum 1 April seluruh masyarakat sudah mendapatkan fasilitas tersebut.
Suweca berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam mengelola sampah secara mandiri sehingga mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA. “Dukungan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini demi mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan di Kota Denpasar,” ucapnya. (pas)

