Nasional

Buka Rakerda REI, Gubernur Koster Ajak Developer Perumahan Bangun Hunian Bali Hemat Lahan
Diterbitkan: 9 Juli 2026, 08:24 | Diperbarui: 9 Juli 2026, 08:34

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster mengajak para pengembang perumahan tergabung dalam wadah Real Estate indonesia (REI) berkolaborasi untuk menyusun konsep hunian masa depan lebih hemat lahan. Sehingga yang dibutuhkan dapat mengatasi ketersediaan lahan yang kedepannya akan semakin berkurang sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutan saat membuka Rakerda REI Bali tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7/2026).

Gubernur Koster menyinggung ketersediaan lahan menjadi tantangan Bali dalam upaya penyediaan hunian layak huni. Menjawab tantangan tersebut, pengembangan perumahan di Pulau Dewata mesti dirancang secara khusus karena kian berkurangnya lahan. ”Bali itu kecil, luasnya hanya 5.590 kilometer persegi. Secara umum tingkat kepadatan penduduk masih bagus, kecuali Kota Denpasar,” ujarnya.

Menurutnya, Bali membutuhkan desain untuk perumahan warga di kawasan perkotaan dan perdesaan. ”Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan akan habis hanya untuk rumah,” urainya.

Ditambahkannya, konsep pemanfaatan lahan yang efisien sejalan dengan implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Praktik Nominee.  ”Ini berarti, lahan produktif tak bisa dilabrak untuk pengembangan kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif saja yang boleh dikembangkan,” ujar Gubernur Koster seraya minta OPD terkait memetakan kawasan yang bisa dikembangkan sebagai permukiman di setiap kabupaten dan kota.

Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung aspirasi REI terkait batas minimum pengembangan perumahan saat ini ditetapkan seluas 100 meter persegi. ”Ini PR bagi saya. Saya akan bicarakan dengan para bupati agar luasan itu bisa dikurangi agar lebih fleksibel,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ajak Pegawai Perkuat Sinergi dan Semangat Kerja, Bupati Giri Prasta Pimpin Apel Pagi Bersama

Ia berpendapat, hal ini harus menjadi perhatian karena kedepan tekanan terhadap lahan akan semakin tinggi sejalan pertambahan jumlah penduduk. Tak bisa lagi satu rumah itu 5 are, 10 are. Sudah harus merancang konsep rumah masa depan yang efisien dan efektif. ”Seperti rumah-rumah di Jepang, kamarnya kecil-kecil. Sehingga lebih hemat lahan, khususnya di Kota Denpasar,” ucapnya.

Ketua DPD REI Bali, Anak Agung Darma Setiawan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi momentum evaluasi agar organisasi ini makin kuat dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Darma Setiawan menambahkan, pertumbuhan ekonomi merupakan peluang bagi anggota REI karena kebutuhan hunian pasti meningkat. Terlebih lagi saat ini pemerintah punya program tiga juta hunian bagi masyarakat. ”Sebagai organisasi pengembang tertua dan terbesar, REI punya tanggung jawab besar dalam menyukseskan program ini dengan menggerakkan ekosistem dan memberi kontribusi nyata,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPP REI Joko Suranto mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster pada Rakerda REI Bali. “Ini membuktikan Bapak Gubernur Bali profesional dan rasional, masyarakat Bali harus bangga,” ucapnya.

Joko Suranto menyinggung tingginya tingkat investasi properti di Daerah Bali mencapai Rp12,1 triliun. Namun, besarnya investasi ini membutuhkan terobosan dan perhatian dari pemerintah. “Ini penting agar investasi sebesar itu dikelola dengan cara yang baik,” ujarnya sembari berharap paling dibutuhkan saat ini adalah penetapan zonasi dan kehadiran lembaga yang bertindak  sebagai offtaker.

Ketua Panitia Rakerda REI Bali, Anak Agung Ngurah Ananta Wijaya mengatakan kegiatan melibatkan 61 peserta untuk evaluasi dan menyusun program kerja serta menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan dalam sektor properti. (fkb/pas)

Shares: