KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Klungkung, I Made Satria membuka Surya Metu Festival Vol. III tahun 2026 di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (5/8/2026).
Festival digelar selama 4 hari mulai tanggal 6–9 Agustus 2026 mengusung tema ”Sagara Raksha Perlindungan Laut untuk Kesucian”.
Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, masyarakat Nusa Penida, komunitas seni, pelaku usaha, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan festival ini. Menurutnya, Nusa Penida bukan sekadar destinasi wisata unggulan, melainkan ruang hidup menyatukan keindahan alam, kekayaan budaya, spiritualitas, dan kreativitas masyarakat. ”Surya Metu Festival bukan sekedar festival, tetapi wadah untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal budaya dan seni yang merupakan kekuatan kita di Bali,” ujarnya.
Bupati Satria mengajak generasi muda memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya berkarya dan berinovasi terutama dalam pelestarian seni dan budaya Bali. Selain itu, tema yang diangkat ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Provinsi Bali ”Nangun Sad Kerthi Loka Bali” dan program visi misi Pemkab Klungkung bagaimana menjadikan Kepulauan Nusa Penida ini sebagai Green Island. ”Mari bersama-sama mulai dari generasi muda jadikan festival ini sebagai ajang promosi pariwisata kita di Nusa Penida,” harapnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika menyampaikan Surya Metu Fest III ini digelar sebagai ruang kolaborasi lintas elemen mulai darimasyarakat adat, seniman, komunitas lingkungan, pemerintah, akademisi, hingga pelaku pariwisata. Berbagai kegiatan konservasi dan kompetisi seni digelar untuk memperkuat pesan pelestarian lingkungan dan tradisi, di antaranya Aksi Konservasi penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik yang dipimpin langsung Bapak Bupati sebagai simbol komitmen nyata menjaga ekosistem bawah laut Nusa Penida, lomba Baleganjur Ngarap Sebali, lomba Gebogan dan lomba Tapel Ogoh-Ogoh. Selain itu, diisi pemberdayaan UMKM lokal. ”Melalui pelaksanaan festival ini merupakan wujud nyata wajah pariwisata Bali khususnya di Nusa Penida yang diharapkan memberikan pengalaman, membangun kesadaran, dan menghadirkan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya. (pas)

