KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat toleransi dan kerukunan umat beragama. Hal ini ditandai penyerahan satu ekor sapi kurban kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klungkung 2026.
Penyerahan sapi kurban berlangsung di halaman Kantor Kesbangpol Kabupaten Klungkung, Senin (25/05/2026). Hewan kurban diserahkan secara simbolis Bupati Klungkung kepada Ketua MUI Klungkung, didampingi Wakil Bupati Klungkung.
Bupati Klungkung Made Satria menegaskan momen Idul Adha adalah waktu tepat mempererat tali persaudaraan. ”Momentum ini menjadi waktu sangat tepat bagi kita saling berbagi dan mempererat tali persaudaraan. Penyerahan hewan kurban ini jangan pernah dinilai dari jumlah fisik atau nominalnya. Namun niat tulus dibalik penyerahan ini menjadi pengikat antara pemerintah dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Bupati Satria mengatakan hewan kurban tersebut merupakan simbol kebersamaan dan wujud kehadiran pemerintah di tengah umat. Penyerahan ini menjadi bagian dari implementasi nyata inovasi/program “Satria Peduli”. “Melalui program ini kita menggaungkan sinergi Tri Kerukunan yaitu kerukunan interen umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah,” jelasnya.
Bupati Satria menyampaikan atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah” kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten Klungkung. Ia berharap semangat berkurban dapat meningkatkan keimanan, memperluas keberkahan, dan mewujudkan Klungkung yang “Mahotama” yakni maju, harmonis, tenteram, dan makmur.
Ketua MUI Kabupaten Klungkung, H. Agus Radiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Bupati dan Pemerintah Kabupaten Klungkung. “Pertama-tama kami dari MUI atas nama umat Islam di Kabupaten Klungkung mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati tahun ini memberikan kembali hewan kurban untuk kita potong, kemudian kita distribusikan kepada umat Islam di sekitar sini,” katanya.
Menurutnya, terpenting bukan nilai hewan kurban, melainkan kepedulian pemerintah terhadap umat beragama. Ia meyakini perhatian ini akan memperkuat keharmonisan dan keeratan antara umat beragama dengan pemerintah daerah, sesuai tujuan Tri Kerukunan Umat Beragama.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga memperkenalkan program “Satria Peduli” merupakan singkatan dari Sinergi Tri Kerukunan Antar Umat dan Penguatan Dukungan Pemerintah Lintas Agama. Program ini sebelumnya telah diluncurkan pertama kali pada kegiatan PHDI Klungkung di Taman Yadnya, Desa Takmung, Kamis 21 Mei 2026. “Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam merawat toleransi dan memberikan perhatian inklusif kepada para tokoh agama,” jelas Bupati Satria.
Kegiatan difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung. Hadir Wakil Bupati Klungkung Tjok Surya Putra, Kepala Badan Kesbangpol I Dewa Ketut Sueta Negara, Forkopimda Kabupaten Klungkung, Kementerian Agama Kabupaten, serta instansi terkait lainnya. (pas)

