Olahraga

Cabor Gulat Perebutkan 24 Medali di Porprov Bali XVI 2025
Diterbitkan: 11 September 2025, 14:52

MANGUPURA, FORUMKEADILANBali.com – Cabang olahraga (cabor) Persatuan Gulat Seluruh Indoensia (PGSI) Bali memperebutkan 24 medali, yakni 7 medali emas, 7 perak dan 10 perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI digelar mulai tanggal 11-13 Sepetem mendatang  di GOR Bulutangkis, Jalan Praja Dalung, Badung.

Atlet gulat yang akan memperebutkan 24 medali tersebut tampil dalam multi event dua tahunan di Bali ini sebanyak 31 atlet dari Kontingen Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Buleleng, dan Karangasem. Sementara Klungkung, Bangli, Negara dan Tabanan absen

Ketua Umum Pengprov Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkapkan, tujuan dari event ini untuk mencari bibit atlet berprestasi nantinya dipersiapkan ke event nasional maupun internasional. ”Di tengah keterbatasan, kami berusaha semaksimal mungkin menggelar event. Termasuk mendatangkan wasit juri internasional dari PB PGSI Herlambang dan Agus Setiawan,” katanya.

Dewa Rai Darmadi menyampaikan penyelenggran event gulat ini hanya dibantu anggaran Rp30 juta dari KONI Bali. Syukur ada sponsor yang mendukung. ”Hari ini sejarah bagi PGSI Bali setelah penantian panjang selama 14 tahun PGSI Bali berdiri. Ada pengurusnya, tapi antara ada dan tiada. Kami berangkat dari minus,” ujarnya.

Dewa Rai Darmadi mengungkapkan, pihkanya berusaha tampil semaksimal mungkin, dan akhirnya perjuangan berbuah manis. PGSI Bali kini sudah bisa eksis.

Dewa Rai Dharmadi minta kepada wasit juri dan atlet tampil dengan menjunjung tinggi sportivitas, dan kembali pulang setelah bertanding membawa cerita manis. ”Ceritakan gulat Bali merupakan cabor berprestasi. Saya harap ini menjadi momentum menyampaikan vibrasi ke kabupaten/kota,” pintanya.

Sementara itu, Wasit Juri PB PGSI Herlambang dan Agus Setiawan mengaku bangga menjadi bagian dari sejarah PGSI Bali atas penantian selama 14 tahun. ”Kami menaruh hormat kepada pengurus PGSI Bali. Ngurus gulat ini dasarnya adalah ikhlas. Untuk itu, wasit juri harus tegas. Sedangkan atlet harus menjunjung sportivitas. Buktikan gulat Bali bisa maju,” tandasnya.

Baca Juga :  430 Peserta Ikut Diklat dan Penyegaran Wasit Nasional Kyorugi dan Poomsae di Bali  

Sementara itu, Ketua KONI Bali diwakili Ardy Ganggas disela-sela membuka kejuaraan menyampaikan apresiasi cabor gulat karena melibatkan semua pihak. ”Saya merinding mendengar pernyataan Ketua Gulat Bali dengan tegas menyatakan mencetak sejarah, dan semua pelatih serta atlet dipacu. Saya sendiri penggiat martial art, ikut bertanggung jawab secara moril,” tegasnya.

Ardy Ganggas menyampaikan pesan Ketua KONI Bali dengan menjunjung tinggi sportivitas. Ikuti aturan dan mekanismenya, sesuai janji wasit juri dan atlet. ”Junjung tinggi semangat kekeluargaan,” paparnya. (*)

Shares: