GIANYAR, FORUMKEADILANBali.com – Keberadaan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing berkeliaran di Alun-Alun Gianyar akan ditindaklanjuti. Eleminasi atau suntik mati yang terukur terhadap anjing liar upaya terakhir mengurangi penyebaran penularan rabies selain Upaya vaksinasi.
”Dinas Pertanian akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pencegahan penularan ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Rawit Suarta didampingi Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gianyar, I Nyoman Merta dan Sekretaris KTNA Gianyar, I Nyoman Gede Arsawijaya pada acara rembug Madya KTNA sekaligus pertanggungjawaban dan pembubaran panitia Pekan Nasional (Penas) XVII di Limboto, Gorontalo, Rabu (15/6/2026) di Lebih, Gianyar.
Suarta mengungkapan, upaya ini dilakukan agar masyarakat beraktivitas di Alun-Alun Gianyar nyaman dan aman dari gigitan hewan domestik salah satu penular rabies ini. “Walaupun Gianyar capaian vaksinasi rabies tertinggi di Bali (lihat FKB.com 30/5/2026) kami kontinyu lakukan vaksinasi,” ujar pejabat asal Sukawati ini sambil menjelaskan kegiatan di Alun-Alun Gianyar sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait agar tidak menimbulkan bias di masyarakat.
“Lurah Gianyar sudah mendukung upaya ini dan beliau berharap kegiatan lancar dan sukses,” katanya sembari menambahkan pihaknya melakukan acara Rembug Madya KTNA di Lebih ini dihadari seluruh peserta dari tujuh kecamatan di Gianyar.
Sementara Sekretaris KTNA Gianyar, I Nyoman Gede Arsawijaya melaporkan Penas XVIII 2029 akan diadakan di Lampung, Sumatera Selatan. “Sebelum Penas Lampung akan diawali Peda (Pekan Daerah) KTNA di Badung tahun 2028. Ini akan meningkatkan kompetensi petani di bidangnya seperti asah terampil, temu karya, dan unjuk tangkas. Semua kegiatan akan dilombakan,” jelas petani dari Tegalalang yang menampung gabah petani untuk disosoh.
”Kami berharap pemerintah memberikan petani insentif seperti pupuk tersedia, dan ada kompensasi pembayaran pajak bumi,” imbuh I Nyoman Merta selaku Ketua KTNA Gianyar.
Merta berharap agar hal ini segera direspon pemerintah di tengah kepungan alih fungsi lahan untuk pariwisata. (dar)

