Nasional

Dinas Sosial Kota Denpasar Lakukan Mitigasi Bencana Lewat Tagana Masuk Sekolah
Diterbitkan: 2 Oktober 2026, 17:00 | Diperbarui: 2 Oktober 2026, 17:07

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar melakukan mitigasi bencana lewat Tagana (Taruna Siaga Bencana) masuk sekolah. Mitigasi bencana menyasar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dianggap penting, karena anak-anak sekolah harus memiliki kecakapan bencana disaat terjadi bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty saat membuka pelaksanaan Tagana masuk sekolah di SMP Widya Sakti Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Pada hari yang sama Tagana masuk sekolah dilaksanakan di SD 17 Pemecutan. Tagana masuk sekolah menghadirkan narasumber dari Tagana yaitu Ni Putu Nita Anggraini dan I Nyoman Swandita.

Lebih lanjut, Laxmy Saraswaty menyampaikan kegiatan Tagana masuk sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dibangun sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi diharapkan mampu menjadi lebih sadar dan waspada terhadap risiko bencana. ”Kami dari Dinas Sosial berupaya menanamkan mitigasi benacana sejak dini, salah satunya melalui Tagana masuk sekolah,” ujarnya.

SASAR SEKOLAH – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial Kota Denpasar melakukan mitigasi bencana lewat Tagana (Taruna Siaga Bencana) masuk sekolah menyasar Sekolah Dasar (SD) dan SMP, Jumat (2/10/2026). (foto : pas)

Laxmy Saraswaty menjelaskan, peserta diperkenalkan berbagai langkah dasar dalam menghadapi bencana, mulai dari mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami jalur dan prosedur evakuasi, menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, hingga pentingnya mengikuti arahan dari guru, petugas, maupun pihak yang berwenang. Disamping itu, banyak sekolah di Kota Denpasar bangunannya berlantai dua sangat rawan bagi anak-anak sekolah bila terjadi bencana gempa. ”Dengan adanya mitigasi, kami harapkan anak-anak tahu bagaimana melakukan penyelamatan saat ada bencana gempa,” ujarnya.

Baca Juga :  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Tutup Pelatihan Kerajinan Tas Rajutan Tangan

Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika hadir langsung dalam pelaksanaan Tagana masuk sekolah di SD 17 Pemecutan, menyampaikan selain memberikan teori tentang kebencanaan anak-anak SD juga diajari bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi bencana gempa.

Menurut Sudiatmika praktik langsung di lapangan akan lebih diingat anak-anak bila terjadi gempa. Terlebih lagi SD 17 Pemecutan bangunannya berlantai dua, akan lebih beresiko bila anak-anak tidak mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa. Melalui Tagana masuk sekolah, anak-anak sekolah diberitahu langkah-langkah penyelamatan dari ruang kelas sampai pada titik kumpul yang aman.

Sudiatmika mengajak semua anak-anak sekolah untuk menjaga lingkungan terutama tidak membuang sampah sembarangan. Selain lingkungan kotor akan menimbulkan penyakit dan bila musim penghujan tiba bisa menimbulkan bencana banjir.

Kepala SD 17 Pemecutan, I Gede Gunaharta menyambut baik pelaksanaan Tagana masuk sekolah, terlebih menyasar di SD 17 Pemecutan. Pemahaman mitigasi bencana untuk anak-anak sangat penting telebih siswa SD 17 Pemecutan cukup banyak yaitu 363 siswa. ”Mitigasi bencana ini sangat penting bagi kami, agar siswa lebih mengerti bagaimana melakukan penyelamatan saat terjadi bencana gempa,” ujarnya. (pas)

Shares: