Nasional

Disnaker Kabupaten Gianyar Pantau PMI Melalui Aplikasi SIGAP
Diterbitkan: 23 September 2026, 18:05

GIANYAR, FORUMKEADILALANBali.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar memantau Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui aplikasi SIGAP (Sistem Informasi Gianyar Aman Pekerja). Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Gianyar, Gede Suardana Putra di Mal Pelayanan Publik (MPP) Buruan Gianyar, Rabu (23/9/2026).

”Disnaker berkolaborasi dengan 70 desa dan kelurahan  di tujuh kecamatan  yang ada Gianyar melalui aplikasi SIGAP (Sistem Informasi Gianyar Aman Pekerja) Migran  untuk memantau PMI bekerja ke luar negeri,” uja Suardana Putra Saraya menambahkan petugas yang akan menggunakan aplikasi SIGAP ini sudah diberikan pelatihan untuk memantau PMI.

Ia menjelaskan, data dan informasi calon PMI di desa atau kelurahan ini harus melalui aplikasi SIGAP sebelum bekerja ke luar negeri. Antusiasme masyarakat sangat tinggi bekerja ke luar negeri sebagai PMI. ”Saya berharap PMI menggunakan agen pemberangkatan resmi/legal dan terdaftar di Disnaker kota/kabupaten,” harapnya.

Ia mengungkapkan hal ini dilaksanakan untuk menghindari kalau PMI mendapatkan persoalan atau masalah di luar negeri. ”Kami mendorong dan mensosialisasikan agar calon PMI menggunakan agen resmi, kalau ada persoalan/masalah bisa kami tangani segera  dan profesional sesuai aturan  yang berlaku,’’ imbuh mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) Gianyar ini.

Sebagai informasi di Gianyar saat ini ada 41 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang aktif dan serapan lulusannya sangat tinggi di dunia hospitality.  Hampir 80% hingga 90% sudah bekerja di industri. “Respon masyarakat sangat positif. Diantaranya ada LPK yang melaksanakan program J1. Internship programme (program pemagangan) ke negara seperti Amerika Serikat, Taiwan, Turki diminati karena benefit yang diterima menjanjikan. Kalau J1 adalah program resmi dari LPK, jadi LPK tidak boleh memiliki agent pemberangkatan. Ini sesuai dengan regulasi dari pemerintah. Kalau LPK boleh bersinergi dan kolaborasi dengan agen untuk menyalurkan lulusannya. Tidak boleh ada LPK rasa agen,” jelasnya. (dar)

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Dukung Kreativitas Yowana Desa Adat Kerobokan
Shares: