KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra meninjau uji coba resmi mesin pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Karangdadi, Kusamba, Klungkung, Selasa (9/6/2026).
Uji coba simbolis ini dihadiri sejumlah Direktur Utama PT Inpac Internasional A.A. Pablo Subamya, dari PT Bali Bersih Bersinar I Gede Kurniawan, serta Koordinator UNESCO untuk Asia Tenggara, Mr. Efrat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan seluruh komponen utama sistem pengolahan saat ini telah berhasil dirakit. Komponen utama sudah siap meliputi mesin pirolisis utama berkapasitas 750 kilogram, sistem pendingin, hingga jalur pengolahan hilir.
Dewa Aswin menjelaskan, teknologi ramah lingkungan diadopsi dari Cook Island ini dikelola melalui kolaborasi PT Inpac Solutions Indo dan PT Bali Bersih Bersinar. Dengan kemampuan total pengolahan kumulatif diproyeksikan hingga 400 ton sampah per hari. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan gunungan sampah residu. Kawasan TOSS Center maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tingkat desa di seluruh Klungkung sendiri rata-rata memproduksi sekitar 200 ton sampah per hari.
Bupati Klungkung Made Satria menegaskan kehadiran jajaran pemerintah daerah untuk memastikan performa alat bekerja dengan optimal sejak tahap awal. Ia menjelaskan, teknologi pirolisis ini merupakan sistem yang direkomendasikan langsung oleh pemerintah pusat. “Uji coba resmi karena pemerintah daerah turun langsung menyaksikan tahap demi tahap pengoperasiannya. Sistem kerjanya bukan pembakaran, melainkan pemanasan suhu tinggi (pyrolysis). Karena tidak dibakar, alat ini tidak menghasilkan asap, melainkan uap air, sehingga sangat ramah lingkungan,” terangnya.
Meski diklaim minim polusi, kata Bupati satria, Pemkab Klungkung tetap melakukan pengujian emisi secara ketat dalam waktu dekat. “Uji emisi tetap kita lakukan agar Pemkab memiliki dokumentasi ilmiah yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan saat mesin ini mulai beroperasi penuh setiap hari untuk menangani persoalan sampah di Klungkung,” tegasnya.
Mengingat sistem mekanisasi yang digunakan tergolong mutakhir, operasional alat saat ini masih dipandu sumber daya manusia (SDM) dari pihak investor. Diminta proses transfer teknologi segera berjalan. “Kami meminta pihak investor melatih tenaga lokal Klungkung intensif agar bisa mandiri mengoperasikannya. Astungkara, sudah ada beberapa SDM daerah mulai lancar mengoperasikan alat ini. Kerjasama dengan pihak ketiga harus menjadi solusi jangka panjang yang tuntas,” imbuhnya.
Ke depan, operasional TOSS Center akan diintegrasikan secara linear dengan program pengolahan sampah berbasis sumber guna memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Kehadiran UNESCO dalam proyek ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi Kabupaten Klungkung. Lembaga internasional tersebut berkomitmen untuk mengabarkan inovasi pengelolaan sampah ramah lingkungan di Klungkung ke panggung dunia. Sebagai bentuk keseriusan, UNESCO saat ini tengah membangun kantor perwakilan serta klinik kesehatan di dalam kawasan TOSS Center.
Melihat potensi besar tersebut, Bupati Satria menyampaikan visinya mengubah wajah tempat pengolahan sampah menjadi area yang asri dan produktif. “Saya berharap lingkungan TOSS Center Karangdadi terus ditata. Target kita ke depan, tempat ini tidak lagi dipandang sebagai lokasi pembuangan sampah yang kumuh, melainkan bertransformasi menjadi objek wisata edukasi bagi warga sekitar maupun wisatawan,” uvcapnya. (pas)

