Nasional

Gelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kasanga, Pemkab Bangli Harmoniskan Alam Semesta Jelang Nyepi Caka 1948
Diterbitkan: 18 Maret 2026, 14:37

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Suasana khidmat menyelimuti pusat Kota Bangli tepat sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Sasih Kasanga dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Kabupaten Bangli, Selasa (18/3/2026).

Upacara ini dihadiri Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar, Ketua DPRD I Ketut Suastika, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, serta Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra. Selain itu, hadir juga jajaran Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Ketua PHDI, hingga Ketua MDA Kabupaten Bangli dan tamu undangan lainnya mengikuti persembahyangan bersama.

Tawur Labuh Gentuh merupakan tingkatan upacara mautama (utama/besar). Dalam prosesinya, digunakan berbagai sarana wewalungan seperti kerbau, sapi, kambing, babi, angsa, itik, dan ayam. Sarana ini menjadi simbol pengurbanan suci kepada Sang Pencipta demi memohon keselamatan, keharmonisan, serta berkah bagi alam semesta beserta isinya.

Rangkaian ritual semakin sakral dengan pementasan Wayang Kulit dipentaskan bersamaan dengan Tari Topeng. Sebelum puncak persembahyangan (pemuspaan), warga yang hadir disuguhkan penampilan Tari Rejang dan Tari Pendet.

Kesucian upacara dipimpin sembilan Sulinggih dari berbagai Geria, yakni Ida Pedanda Gede Putra Manuaba Tajung dari Geria Soka Duwur Kangin Banjar Brahamana Bukit Bangli bertindak sebagai Yajamana. Para Sulinggih lainnya yang ikut muput acara ini berasal dari wilayah Bangli hingga Tabanan, memperkuat sinergi spiritual dalam menjaga keseimbangan jagat.

Tahun ini, prosesi Tawur Agung diemong krama Adat Banjar Blungbang dengan gotong royong memastikan seluruh tahapan upacara berjalan lancar dan khusyuk.

Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan seluruh krama Bangli dapat melaksanakan ibadah Nyepi dengan tenang, damai, dan penuh makna dalam bingkai keharmonisan alam. (pas)

Baca Juga :  Gelar Kesehatan Keliling, Bandara I Gusti Ngurah Rai Dukung Pemerintah Kurangi Angka Stunting
Shares: