Nasional

Hijaukan Lereng Gunung Batur, FPRB Bangli Gelar Reboisasi di Bukit Pule Songan
Diterbitkan: 21 Desember 2025, 16:38

KINTAMANI, FORUMKEADILANBali – Upaya pelestarian alam di kawasan Kintamani terus digalakkan. Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bangli, Dr. I Wayan Wiwin, SST.Par., M.Par., memimpin aksi reboisasi dipusatkan di Bukit Pule Songan, Jalan Wisata Bukit Pule, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini disambut Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya. Hadir dalam aksi aksi lingkungan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bangli I Wayan Artom Krisna dan I Made Muliawan, Camat Kintamani I Ketut Erry Soena Putra, dan tokoh masyarakat Desa Songan.

Ketua FPRB Bangli Dr. I Wayan Wiwin menekankan penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam mitigasi bencana jangka panjang. Reboisasi di lereng Gunung Batur investasi masa depan. Dengan menanam pohon, FPRB berkomitmen terus mendorong gerakan kolaboratif demi meminimalisir risiko bencana alam di Kabupaten Banglidan. ”Kami menyampaikan  terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Bangli, instansi terkait (BKSDA, KPH Bali Timur, DLH, BPBD), unsur pimpinan kecamatan, desa, TNI/Polri, serta seluruh komunitas (Tagana, Orari, Rapi, Mapala) dan kelompok tani hutan yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini,’’ ujarnya.

Ia menjelaskan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bangli adalah organisasi independen baru dikukuhkan pada Juni 2025. Organisiasi ini mitra strategis pemerintah dan masyarakat yang fokus pada upaya mitigasi dan pencegahan (pra-bencana). Kegiatan dan visi ke depan sepanjang tahun 2025 telah melakukan reboisasi di empat kecamatan serta edukasi “Satuan Pendidikan Aman Bencana” di sekolah-sekolah. ”Ke depan kami berkomitmen bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk membentuk Desa Tangguh Bencana,’’ katanya.

Dr. Wiwin mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan kesadaran masyarakat berdasarkan peta risiko. Karena Bangli memiliki 9 potensi bencana (kecuali tsunami). Karena itu, partisipasi masyarakat ujung tombak. Ia mengajak semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalisir.

Baca Juga :  Diterima Pj. Sekda Badung, Pj. Gubernur Bali Apresiasi Layanan PBG MBR di MPP Badung

Penanaman pohon  menutup agenda FPRB tahun 2025 dengan bantuan bibit pohon dari BP DAS Unda Anyar dan KPH Bali Timur. Meski jumlahnya belum mencakup seluruh lahan, semangat kebersamaan langkah nyata menjaga alam. ”Kami mohon dukungan masyarakat menjaga pohon-pohon yang telah ditanam,’’ pinta Wiwin.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KTH Bukit Pule Gunung Batur, I Nyoman Arnaya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dipilihnya kawasan Bukit Pule sebagai lokasi penghijauan. “Kami selaku kelompok tani hutan merasa terbantu. Bibit yang ditanam jenis produktif seperti alpukat akan memberikan dampak ekonomi bagi warga di masa depan. Sementara pohon majegau dan pule akan menjaga kelestarian adat dan ekosistem lokal kami,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bangli I Wayan Artom Krisna memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FPRB dan keterlibatan masyarakat Desa Songan. “Kami di legislatif mendukung kegiatan berorientasi pada pelestarian lingkungan. Kawasan Kintamani adalah aset vital bagi Bangli dan Bali secara umum. Aksi nyata seperti ini harus terus dikawal agar fungsi hutan sebagai daerah tangkapan air tetap terjaga,” tegas Artom Krisna.

Sementara itu, I Made Muliawan menambahkan sinergi antara pemerintah, DPRD, FPRB, dan kelompok tani kunci keberhasilan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Penanaman dilakukan secara simbolis dan dilanjutkan seluruh relawan sepanjang lereng Gunung Batur. Jenis pohon yang ditanam meliputi pohon pule sebagai ikon kawasan Bukit Pule. Alpukat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, pohon cemara dan ampupu penguatan vegetasi hutan pegunungan. Pohon majegau adalah pohon identitas Bali bernilai sakral dan konservasi. (fkb/pas)

Shares: