Nasional

Insiden Ledakan Balon Gas di Harkopnas, Bupati Satria Pastikan Korban Dapat Penanganan Medis Maksimal
Diterbitkan: 20 Juli 2026, 06:59

KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com – Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung diselenggarakan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Minggu (19/7) siang diwarnai insiden memilukan.

Sebuah rentetan balon gas yang sedianya digunakan prosesi seremonial meledak di pojok Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, mengakibatkan 11 orang warga dan anak-anak mengalami luka bakar. Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menangani para korban.

Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra langsung turun ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung menjenguk dan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif. “Kami menjenguk dan memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya kami kerahkan agar para korban segera pulih,” ujar Bupati Satria disela-sela kunjungannya di ruang UGD.

Berdasarkan data pembaruan (update) sementara dari pihak rumah sakit, dari total 11 korban yang terdampak, sebanyak 6 orang saat ini menjalani rawat inap, 2 orang masih mendapatkan penanganan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD). Sementara 3 korban lainnya yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Insiden bermula ketika rentetan balon gas yang membawa banner pembukaan Harkopnas ke-79 gagal mengangkasa akibat cuaca hujan dan beban banner terlalu berat. Balon-balon tersebut kemudian merunduk dan tertahan di pojok lapangan.

Melihat hal tersebut, salah seorang warga berinisiatif memotong tali pengikat untuk membagikan balon kepada anak-anak yang berkerumun. Namun, petaka terjadi ketika warga tersebut mencoba memutus tali penghubung menggunakan korek api. Percikan api dan hawa panas seketika menyulut dinding karet balon yang berisi gas sensitif. Ledakan keras pecah dalam sekejap, menciptakan bola api yang menyambar warga dan anak-anak di sekitarnya.

Baca Juga :  Bupati Adi Arnawa Akan Terapkan Sistem Kinerja Reward dan Punishment di RSD Mangusada

Menyikapi tragedi ini, Bupati Satria menegaskan langkah preventif yang tegas. Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan memahami bahaya laten penggunaan balon gas. Ia menginstruksikan agar di masa mendatang, tidak ada lagi acara atau event di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial. “Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik. Ke depan, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi menggunakan balon gas. Lebih baik kita beralih ke alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya,” tegas Bupati Satria.

Pemerintah Kabupaten Klungkung menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden ini. Semoga para korban diberikan kesembuhan yang cepat, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan masyarakat. (pas)

Shares: