Politik

Jadi Narasumber Penguatan Kelembagaan Penwaslu, Sekda Alit Wiradana Tekankan Netralitas ASN dan Kolaborasi
Diterbitkan: 28 Agustus 2025, 18:36

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana sebagai narasumber dalam kegiatan ”Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu di lingkungan Bawaslu Denpasar” digelar Bawaslu Kota Denpasar, Kamis (28/8/2025) di Sanur Resort Watujimbar.

Sekda Alit Wiradana mengatakan, Pemilu Serentak 2024 merupakan momentum penting memperkuat demokrasi, termasuk di Kota Denpasar. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab KPU dan Bawaslu, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat. ”Sinergi antar lembaga kunci agar pemilu berjalan aman, damai, dan berkualitas,” ujar Alit Wiradana.

Alit Wiradana menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemilu. Meliputi fasilitasi anggaran dan sarana, menjamin netralitas ASN, mendorong partisipasi masyarakat melalui edukasi politik, hingga menjaga stabilitas daerah bersama aparat keamanan.

Sejumlah langkah konkret telah dijalankan Pemkot Denpasar, kata Alit Wiradana, di antaranya sosialisasi netralitas ASN melalui BKPSDM, literasi politik melalui Kesbangpol, serta koordinasi intensif dengan KPU dan Bawaslu di setiap tahapan. Sinergi tersebut diperkuat dengan pembentukan Pokja netralitas ASN dan Pokja dukungan administrasi Pengelolaan dana hibah pemilihan 2024, serta penyediaan fasilitas untuk mendukung tugas pengawasan.

Tak hanya itu, ucap dia, Pemkot Denpasar bersama Bawaslu aktif melaksanakan sosialisasi ke sekolah, kampus, komunitas, hingga masyarakat umum. Pelatihan bersama juga digelar guna memperkuat kapasitas SDM pengawas pemilu dan aparatur pemerintah.

Alit Wiradana mengingatkan sejumlah tantangan masih perlu diantisipasi, seperti penyebaran hoaks, praktik politik uang, netralitas ASN, rendahnya partisipasi generasi muda, hingga potensi konflik horizontal. Karena itu, ia menekankan pentingnya strategi kolaborasi melalui pembentukan Desk Pemilu Daerah, kerja sama dengan media lokal, pelibatan tokoh masyarakat, adat, dan agama, penyediaan kanal aduan publik yang transparan, serta sinergi erat dengan TNI/Polri. ”Kami berharap Bawaslu Denpasar dapat terus menjadi garda terdepan dalam mengawasi setiap tahapan pemilu secara adil, transparan, dan berintegritas,” harapnya.

Baca Juga : 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Denpasar I Putu Hardy Sarjana, menjelaskan kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27–28 Agustus 2025, diikuti 50 peserta. Menurutnya, peningkatan kapasitas kelembagaan sangat penting agar setiap jajaran Bawaslu memiliki pemahaman yang sama terkait regulasi, kode etik, dan mekanisme kerja pengawasan pemilu. ”Sebagai pengawas, kita harus selalu siap dan responsif menghadapi tantangan demokrasi. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mempererat koordinasi dengan berbagai pihak,” ujar Hardy.

Hardy menambahkan, setiap momentum Pemilu maupun Pemilihan, Bawaslu Kota Denpasar senantiasa mengedepankan langkah pencegahan meminimalisir pelanggaran yang berpotensi terjadi di seluruh tahapan. (fkb/pas)

Shares: