Nasional

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Bali Sucikan Pataka di Pura Campuhan Windu Segara
Diterbitkan: 25 Juni 2026, 12:12

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Menjelang peringatan hari bersejarah, Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali berkumpul bukan sekadar untuk baris-berbaris atau upacara formal, melainkan menundukkan kepala dan menyatukan batin dalam tradisi sacral dengan menyucikan pataka  di Pura Campuhan Windu Segara terasa lebih khusyuk dari biasanya, Kamis (25/6/2026).

Pataka bukan sekadar bendera atau panji kebesaran institusi, melainkan simbol muruah, kehormatan, jiwa korsa, dan pengingat akan sumpah setia setiap insan Bhayangkara kepada nusa dan bangsa.

Memasuki usia pengabdian yang kedelapan dekade, Polri menyadari bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat semakin dinamis. Sebelum melangkah lebih jauh, pembersihan diri secara spiritual menjadi sebuah keharusan.

Pemilihan Pura Campuhan Windu Segara di Padanggalak, Denpasar memiliki makna filosofis sangat dalam. Pura ini berdiri di titik campuhan atau pertemuan antara aliran sungai dan samudra luas.

Dalam kepercayaan Hindu Bali, pertemuan dua mata air ini adalah titik peleburan yang paling sempurna. Melalui percikan tirta suci dari luhur Pura Campuhan, Pataka Polda Bali disucikan. Prosesi ini manifestasi dari doa dan harapan agar segala mala (keburukan, rintangan, dan kotoran) yang mungkin melekat selama menjalankan tugas setahun ke belakang, dapat dilebur dan dikembalikan ke keheningan laut.

Lebih dari sekadar ritual, penyucian Pataka ini momen refleksi diri bagi seluruh personel Polda Bali. Di hadapan Sang Pencipta (Ida Sang Hyang Widhi Wasa), mereka memohon anugerah dan kekuatan batin. Tujuannya satu agar di usia ke-80 tahun ini, Polri semakin tangguh, semakin dicintai masyarakat, dan senantiasa diberikan kelancaran dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. (fkb/tra)

Baca Juga :  Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah
Shares: