Nasional

JMSI Apresiasi Kerja Keras Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rangkul Melenial dan Gen Z
Diterbitkan: 22 Januari 2026, 13:40

JAKARTA, FORUMKEADILANBali.com – Kementerian Koperasi sedang melakukan sejumlah perubahan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Di antaranya mengubah strategi komunikasi sehingga lebih menjangkau kelompok milenial dan Gen Z.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono ketika menerima kunjungan organisasi perusahaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jalan HR. Rasuna Sadi, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Ferry Juliantono mengaku optimistis Milenial dan Gen Z di Indonesia dapat tumbuh menjadi pelaku ekonomi yang handal, salah satunya menekuni koperasi. ”Di tahun 2026 ini ada beberapa perubahan strategi yang sudah dan sedang dilakukan Kementerian Koperasi. Pertama, perubahan strategi komunikasi, karena kita ingin menyasar kalangan Milenial dan Gen Z,” ujar Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

”Koperasi Merah Putih menjadi salah satu program utama pemerintahan Prabowo Subianto didisain mendorong peningkatan produktivitas bangsa, dan menjadi wadah untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Ferry Juliantono yang baru terpilih sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Bersamaan dengan perubahan strategi komunikasi, kata dia, hal lain juga sedang dibenahi adalah strategi digitalisasi koperasi. ”Kita mau bertransformasi dari data-data yang sebelumnya sifatnya masih sangat statis. Kementerian Koperasi kemarin-kemarin hanya sekadar mendapatkan laporan Rapat Anggota Tahunan. Tapi tidak memiliki data lebih utuh, lebih komplit yang bisa mengetengahkan data-data tentang koperasi desa dan segala macam aktivitasnya,” urainya.

Dia menambahkan, dari sejumlah perubahan yang dilakukan, diharapkan koperasi dapat tumbuh tidak sekadar lembaga tapi dapat menjadi badan usaha yang berorientasi profit dan bermanfaat untuk anggota dan masyarakat.

Mendukung hal itu itu, ucap Fery Juliantono, Kementerian Koperasi juga sedang melakukan validasi, antara lain dengan menambah jumlah pegawai sekitar 800 pegawai, dan meningkatkan status Kementerian Koperasi menjadi kementerian Kelompok II.

Baca Juga :  Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027, Wabup Tjok Surya Prioritaskan Infrastruktur Nusa Penida

Ferry Juliantono menyampaikan proses finalisasi daftar inventarisasi masalah drat undang-undang baru sistem perkoperasian nasional menggantikan UU 25/1992 tentang Perkoperasian yang selama ini menjadi pedoman bagi Kementerian Koperasi.

Ia menerangkan Kementerian Koperasi sedang menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan dengan menggandeng Ikopin University di Jatinangor, Sumedang, untuk menciptakan kader koperasi yang lebih fresh dan kekinian. “Kami sudah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nanti akan ada mata kuliah dasar tentang koperasi dan ekonomi Pancasila di lingkungan perguruan tinggi. Juga akan ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang akan diperbantukan untuk membantu program-program dan kegiatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ucapnya.

Tidak cukup sampai di situ, Kementerian Koperasi mengoptimalkan kinerja Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang membantu pembiayaan koperasi. ”Sesuai Inpres 9/2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kami mendapatkan amanah untuk membuat model bisnis dan menyelenggarakan modul-modul pelatihan untuk pengawas, pengurus, dan pengelola,” papar Ferry.

Ferry Juliantono menjelaskan proses pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan  Koperasi Merah Putih sesuai Inpres 17/2025. ”Per hari ini data tanah yang teridentifikasi di sistem informasi manajemen Koperasi Merah Putih ada 47 ribu titik tanah yang siap dibangun fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan Koperasi Merah Putih. Sedang dibangun 27 ribu fisik gerai. Diharapkan Maret atau April sekitar 25 ribu sampai 30 ribu bangunan fisik gerai, gudang, dan perlengkapan selesai dibangun dan siap untuk operasional,” katanya.

Di akhir tahun 2026 ini diharapkan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan 80 ribu Koperasi Merah Putih rampung. ”Tugas ini tidak ringan. Sesuai keinginan Presiden, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih khususnya akan menjadi instrumen ekonomi baru sehingga masyarakat desa dan kelurahan tidak sekadar menjadi penerima manfaat tapi juga menjadi pelaku usaha ekonomi. Mereka akan menjadi bagian dari ekosistem baru ekonomi yang terintegrasi dengan banyak lembaga ekonomi lain seperti UMKM, pasar tradisional, BUMDes dan sebagainya, termasuk masyarakat media seperti JMSI,” jelas Ferry.

Baca Juga :  Pemkab Klungkung Gelar Upacara Harkitnas Ke-118, Perkuat Semangat Kedaulatan dan Literasi Digital

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas kerja keras Kementerian Koperasi mewujudkan keinginan Presiden Prabowo mengembalikan arah, sistem dan praktik ekonomi nasional sesuai konstitusi.

Dalam pertemuan di ruang rapat lantai 8 Kantor Kementerian Koperasi itu Teguh didampingi sejumlah Pengurus Pusat JMSI, yakni Ketua Harian Ari Rahman, Wakil Bendahara Riza Awaluddin, Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas Dino Umahuk, Ketua Bidang Usaha dan Pendanaan Syarif Hidayatullah, serta staf Sekretariat Nurfaizah Al Adabiyah. ”Kami memahami tugas Kementerian Koperasi tidak mudah. Sebagai organisasi perusahaan yang bergerak di sektor media dan pemberitaan, kami memiliki sumber daya yang siap memberikan dukungan pada kerja besar pemerintah mewujudkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Teguh.

Teguh mengatakan sebagai orang yang mengenal Menteri Koperasi sejak lama dan bergaul di sejumlah organisasi, dirinya yakin Ferry Juliantono dalam mengemban amanah dan penugasan khusus dari Presiden Prabowo. (*)

Shares: