Nasional

Kolaborasi Pemkot Denpasar dan Eling Ring Pertiwi, D’Youth Fest 6.0 Buktikan Sampah Tuntas dari Sumber
Diterbitkan: 12 Juli 2026, 06:43

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan penyelenggaraan kegiatan ramah lingkungan terus diperkuat. Setelah berhasil menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber pada Denpasar Festival (Denfest) 2025, pola serupa kembali diimplementasikan dalam gelaran D’Youth Fest 6.0 tahun 2026 dipusatkan di kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung Denasar, Sabtu (11/7) hingga Minggu (12/7/2026).

Berkolaborasi dengan Komunitas Eling Ring Pertiwi, seluruh sampah yang dihasilkan selama kegiatan dipilah dan diolah langsung di lokasi, sehingga mampu meminimalkan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Perwakilan Komunitas Eling Ring Pertiwi, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada saat dijumpai disela-sela pembukaan D’Youth Fest 6.0, Sabtu (11/7), menjelaskan pengelolaan sampah telah dilakukan sejak awal kegiatan dengan melibatkan puluhan relawan dan pelajar. Hari pertama pelaksanaan, sebanyak 54 siswa dan 38 relawan diterjunkan melakukan edukasi, pemilahan, hingga pengolahan sampah di setiap titik kegiatan. Jumlah tersebut dipastikan akan bertambah pada hari kedua guna mengoptimalkan pengelolaan sampah selama berlangsungnya festival.

Ia menjelaskan, sampah yang dihasilkan tidak dibiarkan menumpuk, tetapi langsung dipilah dan dikelola di sumbernya. Sampah organik diolah melalui Teba Modern, sampah anorganik disalurkan ke Bank Sampah agar dapat didaur ulang. Sedangkan sampah residu selanjutnya ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. โ€Dengan sistem ini, kami optimistis volume sampah dari pelaksanaan D’Youth Fest yang dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan,” ujar Agung Ngurah.

Ia mengungkapkan, keterlibatan masyarakat, pelajar, komunitas, hingga pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, D’Youth Fest 6.0 menjadi ruang edukasi sekaligus pembuktian bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. “Permasalahan sampah merupakan persoalan yang bersifat holistik. Semua harus memiliki kemauan untuk ikut mengambil peran sesuai kapasitasnya. Ketika kesadaran itu tumbuh bersama, kami yakin pengelolaan sampah berbasis sumber akan berhasil dan mampu menjadi budaya baru dalam setiap penyelenggaraan kegiatan,” katanya.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara Serahkan 8 Unit Motor Listrik Kepada Masyarakat Taat Bayar PBB P2

Ia berharap keberhasilan penerapan sistem di D’Youth Fest 6.0 menjadi contoh bagi berbagai penyelenggaraan kegiatan lainnya, baik di tingkat banjar, desa, maupun kota. Pengelolaan sampah yang dimulai dari sumber dinilai tidak hanya mampu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. “Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Denpasar terus menunjukkan komitmennya mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya. (pas)

Shares: