Nasional

Libur Panjang, Wisata Alam Hutan Pinus Gelahgahlinggah Jadi Primadona
Diterbitkan: 21 Juni 2026, 19:19

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Wisata alam hutan pinus Banjar Gelagahlinggah Kintamani, Bangli menjadi primadona kunjungan wisatawan domestik selama libur panjang ,baik Hari Raya Galungan dan libur sekolah.

Pengunjung selain berasal dari Bangli, juga berasal dari luar Kabupaten Bangli, bahkan ada dari luar Bali. Mereka umumnya tertarik untuk ke wisata alam ini menyaksikan keindahan pohon pinus sangat istragramable. Selain itu, lokasinya juga sangat gampang diakses karena berada di pinggir jalan. ”Kami rutin ke tempat ini. Selain ingin menikmati kesejukan alam dan rindangnya hutan, ingin melepaskan diri dari hiruk pikuk kota,” ungkap Ahmad Wildan salah seorang pengunjung ditemui belum lama ini.

Hal yang sama diungkapkan pengunjung lainnya. Menurutnya, wisata alam hutan pinus di Banjar Gelagahlinggah sangat unik dan menjadi salah satu paling menarik. Hamparan hutan pinus berada di lahan seluas 53 hektar ini memberikan nuansa berbeda dan jika diabadikan dalam bentuk photo maupun video, tampak seperti berada di luar negeri seperti di Korea atau Jepang. ”Ini sangat menarik,” ungkap sejumlah pengunjung.

Salah seorang warga setempat I Wayan Sutama membenarkan jika libur panjang saat ini kawasan hutan pinus ramai dikunjungi wisatawan khususnya kalangan generasi muda baik sekitar Bangli, maupun dari luar Bangli. ”Saat libur Galungan, kawasan ini sangat ramai,” kata Sutama.

Ia menambahkan di objek wisata alam ini pengunjung selain dimanjakan dengan pemandangan hutan pinus sangat lebat, juga bisa menikmati beragam wahana yang disediakan oleh pihak pengelola diantaranya kedai kopi untuk para pengunjung, camping ground yang diperuntukan bagi mereka yang sudah kamping, jembatan gantung, lintasan untuk ATV (All Terain Vehicle) bagi mereka suka menjelajah hutan, areal terbuka melakukan pertemuan, serta sejumlah gazebo tempat istirahat para pengunjung. ”Kami menawarkan sejumlah wahana dan sarana pendukung lainnya di kawasan ini untuk memberikan kepuasan bagi para pengunjung,” ujarnya.

Baca Juga :  Pastikan Keamanan Wilayah, Desa Padangsmbian Klod dan Lurah Penatih Sidak Duktang

Sebelumnya, Ketua Kelompok Pengelola Wisata Alam Hutan Pinus Gelagahlinggah, I Wayan Sumadi menjelaskan, wisata alam hutan pinus diresmikan Bupati Bangli beberapa waktu lalu. Ide menjadikan hutan pinus sebagai objek wisata alam bermula dari keinginan warga sekitar untuk mendayagunakan hutan pinus di kawasan tersebut. Selain lokasinya berada di jalan Raya Kintamani-Manikliuyu menuju Gianyar, kelebatan hutan pinus serta keindahan pemandangan yang ditawarkan menjadi pertimbangan warga.

Sumadi mengungkapkan setelah melakukan kordinasi dengan pihak kehutanan maka warga diberikan ijin untuk mengelola kawasan ini tentu dengan persyaratan yang sangat ketat. Fungsi sebagai wisata alam benar-benar tidak melenceng, pihak pengelola menggunakan konsep wisata berbasis alam konservasi dan budaya. Dengan konsep ini pengembangan objek wisata ini tidak terlepas dari upaya untuk menjaga dan melestarikan alam dan sekaligus digunakan sebagai ajang untuk memperkenalkan budaya setempat. ”Sejak awal konsep ini kami tawarkan ke pengunjung,” ucap Sumadi mengaku diberikan ijin mengelola kawasan hutan di wilayah Kelola Pemangku Hutan (KPH) Bali Timur luas sekitar 53 hektar.

Dari luas lahan tersebut, ungkap Sumadi dibagi menjadi beberapa zona, mulai dari zona pemanfaatan dan zona perlindungan. Dengan pembagian zona tersebut pihaknya memastikan bahwa pengelolaan objek wisata hutan pinus dilakukan dengan selalu mengutamakan aspek konservasi dan peletarian hutan. Apalagi dalam konsep ini pihaknya juga memiliki program adopsi pohon. ”Melalui program adopsi pohon kita menggugah kesadaran pengunjung untuk ikut menanam pohon jika saat berkunjung di musim hujan, paling tidak memelihara seperti menyiram tanaman yang ada ketika musim kemarau,” imbuhnya.

Ia menambahkan pengembangan objek wisata alam Hutan Pinus Gelahgahlinggah akan selalu disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan yang terjadi. Meski demikian, yang paling utama bahwa objek wisata alam Hutan Pinus Gelagahlinggah-Kintamani akan mengupayakan menjadi objek wisata eklusif, ramah lingkungan dan tidak merusak hutan yang ada. (jel)

Baca Juga :  <strong>Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang</strong>
Shares: