DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 digelar Konsulat Jenderal Australia di Maya Resort, Sanur, Denpasar, Kamis (12/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama hadir Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster beserta jajaran serta Konsul General Australia di Bali Jo Stevens serta partisipan yang dari berbagai organisasi dan undangan terkait lainnya.
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster mengatakan melalui perayaan Hari Perempuan Internasional 2026 oleh Konsulat Jenderal Australia menyediakan ruang membuka wawasan keberanian kaum perempuan di Bali sesuai tema pembahasan “Woman Taking Action” atau perempuan bertindak. “Kita semua berada disini tidak hanya memikirkan dan membicarakan kesetaraan gender, tapi action sebagai perempuan di Bali, Indonesia dan dunia dibungkus budaya, agama dan keyakinan percaya kepada Tuhan,” katanya.
Ny. Putri Koster menyampaikan di Indonesia sudah sejak lama menyadari bahwa kesadaran kesetaraan gender melalui perjuangan R.A Kartini melalui emansipasi wanita. Sementara di Bali, kaum perempuan senantiasa bersisian. Misalnya, pelaksanaan kegiatan adat di Bali tidak akan berjalan tanpa adanya peran perempuan membantu kaum laki-laki. “Pemerintah sudah melindungi hak perempuan melalui program kesetaraan gender dan hal ini dapat kita implementasikan untuk perempuan di Bali,” ujar Ny. Putri Koster.
Sementara Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan perayaan Hari Perempuan Internasional oleh Konsulat Jenderal Australia membahas dan berfokus pada tema “Woman Taking Action” atau perempuan bertindak. “Sejak lama dijalankan komitmen Pemkot Denpasar melalui TP PKK Kota Denpasar mendukung kesetaraan gender melalui berbagai program pemberdayaan perempuan berkolaborasi dengan OPD dan organisasi terkait lainnya,” katanya.
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengungkapkan pihaknya berfokus pada sosialisasi program, peningkatan peran perempuan diberbagai sektor seperti ekonomi, kerajinan dan dukungan lainnya tanpa menjauhkan peran perempuan didalam keluarga. ”Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat menajamkan program kesetaraan gender bagi perempuan di Kota Denpasar,’’ ucapnya.
Sementara Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens mengaku senang dapat menyambut para undangan dalam perayaan Hari Perempuan Internasional 2026. Acara berfokus pada tema “Woman Taking Action” atau perempuan bertindak. “Kami sangat senang dapat menyelenggarakan diskusi panel menampilkan pemimpin perempuan inspiratif yang mendorong perubahan. Tema Hari Perempuan Internasional UN Women tahun ini menyeimbagkan kesetaraan. Ini pengingat kita masih jalan panjang memastikan hak-hak perempuan dihormati. Masih banyak perempuan mengalami hambatan hukum, sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Jo Steven mentatakan pihak Australia percaya kesetaraan gender dapat menguntungkan semua orang. Dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan sosial dan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kemiskinan dan konflik dan memastikan tidak ada yang tertinggal dan menciptakan komunitas inklusif. “Kami bekerja sama dengan setiap unsur yakni pemerintah, masyarakat dan organisasi perempuan di lingkup Australia bahkan Internasional,” jelasnya.
Di Indonesia, kata dia, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Inklusi yakni Kemitraan Australia – Indonesia menuju masyarakat yang Inklusif, bekerja sama dengan mitra dengan masyarakat sipil di 34 Provinsi mempromosikan kesetaraan gender, inklusi sosial dan hak hak penyandang disabilitas dan dalam skala kecil kami juga telah menjalankan program bantuan di Bali, NTB dan NTT. “Kami mendorong para partisipan dan peserta dapat mengambil apa yang didengar, dan dapat menggunakan untuk mempertimbangkan cara-cara baru agar kita dapat bekerja sebagai individu dan komunitas dalam upaya menyeimbangkan kesetaraan gender,” paparnya. (pas)

