Nasional

Panen Cabai di Subak Cuculan Denpasar Selatan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan  Pendapatan Petani
Diterbitkan: 24 Desember 2025, 12:16 | Diperbarui: 24 Desember 2025, 12:21

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Mendukung pengendalian inflasi daerah dan peningkatan pendapatan petani, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Kota Denpasar melaksanakan panen cabai di Subak Cuculan, Kecamatan Denpasar Selatan, Rabu (24/12/2025).

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis, khususnya cabai yang kerap mempengaruhi laju inflasi.

Panen cabai tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Dr. Ida Bagus Alit Adhi Merta, S.S.T.P., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar A.A Gde Bayu Brahmasta, M.M., Plt. Kabag Ekonomi Setda Denpasar Made Rai Edi Mulyawan, S.S.T.P., M.E., perwakilan Bank Indonesia diwakili Deputi Direktur BI Cabang Denpasar, Muhamad Siroth dan perwakilan OPD  lainnya serta pekaseh dan petani Subak Cuculan. Kehadiran lintas sektor ini menjadi wujud sinergi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Asisten II Setda Kota Denpasar menyampaikan panen cabai ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi. ”Panen cabai di Subak Cuculan bagian dari langkah konkret Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Ketersediaan pasokan cabai yang terjaga, khususnya di musim hujan, sangat penting untuk menekan gejolak harga sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar menyampaikan keberhasilan panen cabai di musim hujan tidak lepas dari penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pendampingan kepada petani. ”Keberhasilan panen cabai pada musim hujan ini menunjukkan bahwa dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, petani mampu menghasilkan produksi yang optimal. Kegiatan ini tidak hanya mendukung stabilitas harga pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Kota Denpasar,” jelasnya.

Perwakilan Bank Indonesia menegaskan pihaknya komitmen mendukung pengendalian inflasi pangan melalui sinergi dengan pemerintah daerah. ”Bank Indonesia terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi pangan. Panen cabai di Subak Cuculan ini menjadi contoh nyata upaya menjaga pasokan komoditas strategis, sehingga stabilitas harga dapat terjaga dan kesejahteraan petani dapat meningkat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda Dewa Indra Sampaikan Bali Siap Gelar KTT AIS Forum

Dari sisi petani, bantuan demplot cabai yang diberikan mendapat apresiasi positif. Perwakilan petani Subak Cuculan, Prayitno menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar bantuan demplot cabai yang telah diberikan. Bantuan ini sangat membantu petani, baik dari sisi sarana produksi maupun pendampingan, sehingga kami tetap bisa berproduksi dan meningkatkan pendapatan meskipun pada musim hujan,” tuturnya.

Demplot tanaman cabai  di Subak Cuculan  menggunakan varietas Kaliber cukup tahan terhadap hujan dengan populasi tanaman 1.000  pohon per 5 are. Dengan rata-rata harga pada saat musim  hujan Rp60.000  per kg petani mendapatkan pendapatan Rp18 juta dengan luasan demplot 5 are  dengan rata-rata produksi 0,3 kg per pohon. Budidaya cabai di musim penghujan  sangat menjanjikan bagi petani namun memerlukan  budidaya yang lebih intensif dikarenakan  serangan hama penyakit di musim hujan sangat tinggi.

Tahun 2025 Dinas Pertanian melaksanakan  demplot cabai seluas 20 are dan pengembangan cabai seluas 2,5 ha di 4 kecamatan. Keberhasilan panen cabai tidak lepas dari komitmen petani menerapkan  hasil  Sekolah Lapang  Budidaya Terpadu Budidaya Cabai yang telah  diprogramkan Dinas Pertanian Kota Denpasar. Hal ini menunjukkan penguatan kapasitas petani  melalui sekolah lapang  menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan  produksi  dan peningkatan pendapatan petani. (I Gusti Ketut Sudiatmika,S.Sos.,MAP-Analis Kebijakan Ahli Muda)

Shares: