Nasional

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Panganyar Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih
Diterbitkan: 6 April 2026, 16:28 | Diperbarui: 7 April 2026, 15:52

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Panganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta, Senin (6/4/2026).

Pelaksanaan Bhakti Panganyar dipimpin Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede beserta Anggota DPRD Kota Denpasar.

Turut hadir Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali IGN Gede Marhaendra Jaya, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, Made Oka Cahyadi Wiguna, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Silih berganti pamedek datang di kawasan Penataran Pura Agung Besakih ngaturang bhakti sejak Puncak Karya pada Purnama Kedasa, Kamis (2/4/2026). Pelaksanaan Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar diawali pengilen Tari Rejang Renteng, Tari Rejang Rwa Bhineda, Wayang Lemah dan Topeng Wali. Merdu suara tetabuhan Gong Gede, kekidungan serta denting genta menambah khidmat suasana. Rangkaian prosesi diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Putra Talikup, Griya Kawolu Biau Muncan.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih merupakan momentum bagi seluruh umat Hindu meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Selain itu, momen ini baik dimanfaatkan sebagai ajang mulatsarira. Sehingga keseimbangan alam semesta beserta isinya dapat tercipta. “Ini merupakan momentum bagi kita bersama meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta memohon asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Adi Arnawa Serahkan Bantuan Bencana di Desa Munduk Damping

Jaya Negara menambahkan pelaksanaan Bhakti Penganyar sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma membangun daerah. Rasa persatuan (menyama braya) umat Hindu harus terus dipupuk agar yadnya sebagai wujud syukur dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan sradha dan bakti umat sesuai dengan swadarma menuju keseimbangan alam semesta. “Melalui Bhakti Penganyar ini diharapkan mampu memberikan energi Dharma yang dapat memberikan hal positif bagi jagat Bali untuk membersihkan dan menetralisir hal-hal negatif yang tidak diinginkan demi terciptanya keseimbangan jagat beserta isinya,” harapnya.

Untuk diketahui, rangkaian pelaksanaan upacara Katrya Ida Batara Turun Kabeh, berlangsung selama 21 hari. Puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh jatuh pada Purnama Sasih Kadasa pada 2 April 2026. Setelahnya, pada tanggal 3 April sampai dengan 22 April dilaksanakan upacara panganyar dari kabupaten/kota se-Bali, dan dari panitia karya upacara Pura Agung Besakih. Panyineban karya akan dilaksanakan pada 23 April 2026. (pas)

Shares: