Nasional

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung
Diterbitkan: 5 Juli 2026, 16:45

LUMAJANG, FORUMKEADILANBali.com – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Provisi Jawa Timur bertepatan Rahina Redite Pon Wuku Medangsia, Minggu (5/7/2026).

Hadir serta berbaur bersama pamedek, Walikota Denpasa, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Tampak Pangrajeg Karya yang juga Panglingsir Puri Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Rangkaian Bhakti Panganyar diawali pangilen Tari Rejang Renteng dibawakan WHDI dan DWP Kota Denpasar serta Tari Rejang Taksu Bhuwana dibawakan PHDI Kota Denpasar, dilanjutkan Tari Baris Gede dibawakan Forum Perbekel Lurah Kota Denpasar serta Topeng Wali dibawakan Paguyuban Seniman Kota Denpasar. Dalan kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut andil masolah Topeng Keras.

Diiringi suara Kidung dan Gembelan, rangkaian Bhakti Penganyar berlangsung khidmat diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Dwija Padang Rata, Griya Kutri, Gianyar.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi sebuah momentum menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. ”Pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga :  <strong>Tradisi ”Maburu”  Dibuatkan Film Dokumenter Jadi Aset Kota Denpasar</strong>

Manggala Karya, Cokorda Gede Indrayana mengatakan, piodalan sendiri merupakan upacara tahunan diselenggarakan pangempon pura dan masyarakat sekitar. Dikatakannya, keberadaan Pura Mandhara Giri Semeru Agung merupakan momentum perpaduan antara Hindu Jawa dan Hindu Bali. Setiap pelaksanaan Bhakti Panganyar selalu dipadukan dengan Pemkab/Pemkot di Provinsi Jawa Timur. ”Seperti Bhakti Penganyar dari Pemkot Denpasar juga dilaksanakan bersama-sama dengan Pemkab Sidoarjo dan  Pemkot Surabaya,” jelasnya

Di tahun 2026 ini, lanjut Indrayana, Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru akan berlangsung selama 11 hari yang dimulai sejak Purnama Kasa pada Senin (29/6), hingga Jumat (10/7) mendatang. Rangkaian waktu itu, umat Hindu sebagian besar dari Bali silih berganti datang selama 24 jam melakukan persembahyangan. (pas)

Shares: