Nasional

Pengurus FPRMI Bali Dikukuhkan Saat Puncak HUT Ke-3
Diterbitkan: 19 Juli 2026, 07:09

YOGYAKARTA, FORUMKEADILANBali.com – Pengurus Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Cabang Bali diketuai I Gde Suyadnyana dikukuhkan oleh Ketua Umum (Ketum) FPRMI Bernadus Wilson Lumi pada malam puncak HUT ke-3 FPRMI di Hotel Alana, Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026) malam.

Pengurus FPRMI Bali yang juga dikukuhkan malam itu adalah Wakil Ketua I (Bidang Organisasi) I Dewa Made Sastra Dinata; Wakil Ketua IV (Bidang Kesejahteraan) Ida Bagus Made Pasma; Wakil Ketua Pemberdayaan Anggota Rudianto, dan Bendahara Jefrry Karangan.

Usai dikukuhkan, I Gde Suyadnyana mengungkapkan pimpinan redaksi (pimred) memegang posisi strategis dan sangat penting di suatu media massa. Seorang pimred bertindak sebagai nakhoda utama di ruang redaksi sehingga bertanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan, kualitas konten, dan aktivitas operasional penerbitan media massa sehari-hari.  Pimred berperan sebagai penanggung jawab tertinggi di bidang keredaksian, baik secara teknis jurnalistik maupun di hadapan hukum. Pimred juga sangat  menentukan arah pemberitaan, sudut pandang (angle), dan fokus konten agar sesuai dengan visi, misi, dan nilai perusahaan. Pimred pun punya wewenang final untuk menyetujui atau menolak naskah yang akan dipublikasikan. ‘’Dengan demikian, seorang pimred harus mempunyai pengalaman jurnalistik yang panjang sehingga matang mengelola media massa yang dipimpinnya,’’ tegas Suyadnyana.

Acara juga dirangkaikan dengan penganugerahan Pimred Award 2026. Di antara pejabat yang memperoleh penghargaan adalah Menhan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) TNI AD yang memperoleh Pena Emas, sedangkan Gubernur yang memperoleh penghargaan di antaranya Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf.

Momen itu  sebagai bentuk apresiasi kepada para pemimpin nasional dan daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam membangun komunikasi publik, menjunjung tinggi keterbukaan informasi, serta memperkuat kemitraan yang sehat dengan insan pers. Penghargaan tahun ini ditetapkan melalui proses seleksi yang melibatkan dewan juri independen yang dipimpin Yogi Hadi Ismanto, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers. Tim juri juga diperkuat tokoh pers dan akademisi, yakni Hendry Ch. Bangun, Helmy Halim, Dr. Asep Setiawan, Iqbal Irsyad, Syamsudin Hadi Sutarto, Dr. Budi Nugraha, dan Nurjaman Muchtar.

Baca Juga :  <strong>Lanjutkan Badung Angelus Buana, Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan ke Kota Denpasar dan Gianyar</strong>

Dari 124 nominasi yang masuk, dewan juri menetapkan 67 tokoh sebagai penerima penghargaan berdasarkan rekam jejak kepemimpinan, keterbukaan informasi publik, hubungan yang konstruktif dengan media, serta kontribusi dalam membangun komunikasi publik yang berkualitas.

Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi, mengatakan Pimred Award bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, tetapi menjadi wujud apresiasi kepada para pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pers nasional dan membangun komunikasi yang terbuka dengan media. ”Pimred Award kami hadirkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang mampu membangun komunikasi publik secara terbuka, menghargai kebebasan pers, dan menjadikan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan. Kami berharap penghargaan ini semakin memperkuat sinergi antara insan pers dengan pemerintah, legislatif, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa demi terwujudnya ekosistem informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Bernadus Wilson Lumi. (fkb/pas)

Shares: