DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Denpasar menggelar Denpasar Statistik Festifal (DFS) puncaknya dilaksanakan di Ruang Taksu Dharma Negara Alaya Denpasar Rabu (21/10/2026).
”Khusus perencanaan dan pelaksanaan pembangunan karena pembangunan berbasiskan data yang valid dan akurat akan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dalam sambutannya dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Denpasar Dr. I.B Alit Adhi Merta S.STP., M.Si., saat puncak acara Denpasar Statistik Festival di Ruang Taksu Dharma Negara Alaya Denpasar.
Walikota Jaya negara menekankan data bukan sekadar deretan angka. ”Angka itu bercerita. Angka adalah cara mengetahui kerja keras kita benar-benar sampai ke Masyarakat,’’ ujarnya.
Ia menjelaskan data bernilai ketika terpadu, dan berperan nyata dalam kehidupan warga. Itulah semangat Denpasar Satu Data.
Jaya negara memapaparkan capaian Denpasar dengan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 6,11 persen (Provinsi Bali 5,82 persen), PAD naik dari sekitar Rp888 miliar pada 2022 menjadi Rp2,2 triliun pada 2025, IPM 85,63, pengangguran terbuka 1,41 persen, penduduk miskin turun ke 2,16 persen, serta opini WTP 14 kali berturut-turut. Sementara angka kemiskinan ekstrem dan stunting disebut masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pemanfaatan data terpadu dicontohkan saat penanganan banjir bandang 10 September 2025. Dengan data yang terpadu, 771 warga terdampak mendapat bantuan tepat sasaran dalam kurun waktu 10 hari saja. ”Tanpa data yang rapi, bantuan bisa salah alamat atau terlambat,” katanya.
Walikota Jaya negara mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para peraih penghargaan. ”Penghargaan ini membuktikan komitmen menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan terpadu bisa kita wujudkan,” ucap Asisten 2.
Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kota Denpasar berharap agar kolaborasi BPS, Bappeda, Kominfos, dan seluruh perangkat daerah dapat tetap terjalin untuk menjaga kualitas data agar pembangunan tepat sasaran.
Ditambahkannya gelaran Denpasar Statistik Festival sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk mewujudkan data yang berkualitas dan terpadu.
Dalam acara bertema ”Data Akurat, Ekonomi Kuat, Denpasar Hebat” ini, Asisten 2 I.B Alit Adhi Merta menyerahkan Denpasar Satu Data Award kepada Perangkat Daerah dan Operator Statistik Terbaik. Termasuk penghargaan kepada lokus EPSS (Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral) dan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Kadis Kominfos Kota Denpasar Gde Wirakusuma W., S.Sos., didampingi Kabid Statistik Dewa Ngakan Ketut Rama Sanjaya S.Kom., menyatakan Denpasar Statistik Festival (DSF), sebelumnya bernama Denpasar Pekan Statistik, diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Statistik Nasional pada 26 September dan Hari Statistik Dunia pada 20 Oktober.
Ia menjelaskan, tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga. Festival berlangsung dua hari, 20–21 Oktober 2026, dengan target 750 peserta dari perguruan tinggi, perangkat daerah, desa/kelurahan, walidata se-Bali, dan BPS se-Bali.
Wirakusuma mengungkapkan, penyelenggaraan DSF bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antar-pemangku kepentingan, mewujudkan tata kelola data yang berkualitas dan terintegrasi untuk mendukung Satu Data Indonesia, mendorong kinerja pengelolaan data perangkat daerah, serta meningkatkan kapasitas pengelola data dan media sosial dalam mengolah data menjadi konten yang edukatif.
Hari pertama, 20 Oktober digelar seminar ”Storytelling Berbasis Data: Seni Menarasikan Data Statis Menjadi Konten Edukatif dan Viral” dengan narasumber dari Tribun Bali.
Pada kategori Tata Kelola Statistik Terbaik (Perangkat Daerah), juara I diraih Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar dengan skor 76,36. Juara II direbut Inspektorat Kota Denpasar dengan skor 73,34, dan juara III diperoleh Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar dengan skor 72,29.
Kategori Operator Statistik Terbaik, juara I disabet operator Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar dengan skor 79,884. Juara II diraih operator Inspektorat Kota Denpasar dengan skor 75,969, dan juara III direbut operator Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dengan skor 74,180.
Selain itu, diserahkan piagam kepada produsen data/perangkat daerah lokus Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) dan penghargaan kepada Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Rangkaian acara puncak diisi keynote speech BPS Provinsi Bali bertema ”Denpasar dalam Angka: Membaca Perkembangan Kota Melalui Data”. DSF 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Denpasar dengan BPS Kota Denpasar.
Hadir Kepala BPS Provinsi Bali beserta Kepala BPS se-Bali, Kadis Kominfos se-Bali, Kepala Bappeda se-Bali, perangkat daerah dan perbekel/lurah se-Kota Denpasar, termasuk kalangan akademisi dan praktisi statistic. (pas)

