Ekonomi

Perkuat Koperasi Lewat Digitalisasi dan SA KEP, BPD Bali-Dekopinda Jalin Kerja Sama Strategis
Diterbitkan: 25 Mei 2026, 22:10

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kabupaten Bangli mengambil langkah taktis memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sinergi antara sektor perbankan dan koperasi. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank BPD Bali dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bangli.

Acara dipusatkan di Gedung Bukti Mukthi Bakthi, Kantor Bupati Bangli, Senin (25/5/2026) dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra. Kerja sama strategis ini difokuskan pada kemitraan di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemanfaatan Jasa-Jasa Perbankan.

Tidak sekadar seremonial, agenda ini dirangkaikan sosialisasi krusial mengenai modernisasi tata kelola koperasi.

Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, di era transformasi digital, koperasi sebagai soko guru perekonomian dituntut untuk bergerak lebih profesional. “Sinergi antara lembaga perbankan dan gerakan koperasi menjadi sangat penting guna meningkatkan daya saing koperasi agar mampu berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi ini membawa dampak instan dan nyata bagi seluruh koperasi di Bangli, khususnya dalam mendongkrak kapasitas SDM, kemudahan akses modal, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.

Pimpinan Bank BPD Bali Cabang Bangli, I Gede Agus Kustayasa Putra, menegaskan komitmen penuh mengawal proses transisi digital ekosistem koperasi di Bangli melalui layanan perbankan yang terintegrasi. “Kami di Bank BPD Bali tidak hanya berperan sebagai penyedia akses pemanduan modal, tetapi sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan ekosistem koperasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, lewat implementasi layanan digital banking dan pendampingan penerapan Standar Akuntansi Entitas Privat (SA KEP), Bank BPD Bali ingin memastikan koperasi di Bangli naik kelas dengan laporan keuangan yang kredibel serta transaksi yang cepat, aman, dan efisien.

Baca Juga :  Transaksi Penjualan di D’Youth Fest 2022 Tembus Rp1,3 Miliar Lebih

Ketua Dekopinda Bangli, I Wayan Suana menyambut baik kemitraan ini. Ia mengakui adaptasi teknologi dan standardisasi laporan keuangan baru merupakan tantangan terbesar yang dihadapi pengurus koperasi saat ini. “Sosialisasi SA KEP dan pengisian ODS (Online Data System) nasional ini adalah jawaban atas kebutuhan pengurus koperasi. Dekopinda Bangli berkomitmen penuh mendorong peningkatan kapasitas SDM pengurus agar lebih akuntabel, sehingga kepercayaan anggota maupun mitra bisnis semakin meningkat,” urai Suana.

Dalam sosialisasi tersebut, para pengurus koperasi dibekali dengan empat materi utama dibedah langsung untuk kemajuan tata kelola lembaga yakni digitalisasi keuangan: kebutuhan mutlak (bukan lagi pilihan) untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, efektif, dan tepercaya. Akses pembiayaan dengan membuka jalan bagi koperasi untuk mengembangkan usaha produktif dengan daya saing tinggi.

Penerapan SA KEP: standar akuntansi baru untuk melejitkan kualitas laporan keuangan agar lebih transparan di mata mitra usaha dan lembaga keuangan. Pengisian ODS Koperasi: mendukung validitas data koperasi secara nasional demi merumuskan kebijakan pembinaan pemerintah yang tepat sasaran. “Saya mengajak seluruh pengurus koperasi agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan berdiskusi dan menggali informasi sebanyak-banyaknya,” pinta Sekda Bangli.

Sesi pemaparan materi dipandu narasumber ahli, Dewa Gede Widnyana Putra, seorang profesional yang berpengalaman luas sebagai konsultan di bidang Koperasi, UMKM, dan Lembaga Keuangan.

Acara dihadiri jajaran Bank BPD Bali Cabang Bangli, pengurus Dekopinda Bangli, Kepala Dinas Koprasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja, serta para pengurus dan pengawas koperasi se-Kabupaten Bangli. (pas)

Shares: