Nasional

Perkuat Potensi Kerajinan di Klungkung, Wabup Tjok Surya Jalin Kolaborasi dengan Sentra Tenun Gamplong Sleman
Diterbitkan: 23 Mei 2026, 06:29 | Diperbarui: 23 Mei 2026, 06:35

SLEMAN, FORUMKEADILANBali.com – Memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas produk local, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mengunjungi sentra kerajinan tenun di Desa Wisata Kerajinan Tenun Gamplong, Kabupaten Sleman, DI Yogyakrata, Jumat (22/5/2026).

Kunjungan Wabup Tjok Surya didampingi Sekda Anak Agung Gede Lesmana dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, Tjokorda Gde Romy Tanaya disambut hangat para pengelola desa wisata ini untuk melakukan studi banding, bertukar inovasi serta mempelajari strategi pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis kearifan lokal.

Tiba dilokasi, Wabup Tjok Surya menyambut baik setelah melihat langsung proses pembuatan kain tenun tradisional masih mempertahankan alat tenun bukan mesin (ATBM). Apalagi mulai dari pemintalan benang hingga menjadi kain siap pakai dikerjakan oleh para lansia. ”Kedepan peran generasi muda untuk mengembangkan potensi kerajinan ini diharapkan mampu dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

KERAJINAN TENUN Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra didampingi Sekda A.A Gede Lesmana, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, Tjokorda Gde Romy Tanaya mengunjungi mengunjungi sentra kerajinan tenun di Desa Wisata Kerajinan Tenun Gamplong, Kabupaten Sleman, DI Yogyakrata, Jumat (22/5/2026). (foto : humas)

Wabup Tjok Surya juga melihat ada kemiripan potensi besar antara Klungkung dan Sleman, khususnya industri tenun tradisional. ”Klungkung terkenal dengan tenun ikat endek dan songketnya. Sementara Sleman memiliki Tenun Gamplong. Jadi ini sungguh luar biasa, dan dari hasil kunjungan ini agar segera diimplementasikan untuk menggeliatkan kembali sentra-sentra tenun di Klungkung, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Sentra Kerajinan Tenun Gamplong, Giyono menyambut baik kunjungan Pemkab Klungkung ini. Ia memaparkan secara singkat kerajinan tenun ini sudah berdiri sejak tahun 1930. Kerajinan ini lahir dari kreativitas para perajin lokal di Sleman memanfaatkan limbah sisa potongan kain perca dari konveksi atau penjahit.

Baca Juga :  Peringati Hari Koperasi Ke-77, Dekopinda Sinergi Pemkot Denpasar Gelar Jalan Sehat

Ia menuturkan kain-kain perca tersebut dikumpulkan, dipotong memanjang, lalu ditenun kembali menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Pada saat ini, tenun Gamplong tidak lagi hanya menjadi keset kaki. Tetapi mulai dikembangkan menjadi berbagai produk fungsional dan estetis seperti tas, asbak, taplak meja, tirai, hingga komponen dekorasi interior rumah (home decor). Selain itu, produk yang dihasilkan sukses menembus pasar ekspor ke negara-negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang akhir tahun 1990-an hingga medio 2000-an. ”Sya menyambut baik kunjungan ini, semoga kedepan apa yang menjadi harapan untuk berkolaborasi meningkatkan produktivitas tenun, baik di Klungkung dan Sleman berjalan dengan baik,” ucapnya. (pas)

Shares: