DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com –Imbas dari dibatasi membuang sampah ke sejumlah TPS3R yang ada di Kota Denpasar karena overload, maka sampah rumah tangga yang tidak diangkut swakelola sampai tiga minggu sehingga warga membuang sampah sembarangan di jalan.
Hasil pemantauan forumkeadilanbali.com di lapangan, onggokan sampah yang dibuang warga di salah satu Jl. Himalaya Denpasar membuat lingkungan kumuh. Apalagi sampah tersebut berada di pemukiman padat penduduk. Begitu juga sampah warga menumpuk di depan rumah karena tidak diangkut swakelola. Pasalnya, tempat membuang sampah sudah tidak ada sehingga swakelola mengehentikan berlangganan.
”Biasanya sampah yang dibuang di pinggir jalan malam hari, dan bukan warga sekitar melainkan warga dari jauh sambil lewat. Apalagi membuang sampah pukul 02.00 Wita kebetulan warga sedang tidur nyenyak sehingga tidak termonitor,’’ kata salah seorang warga Denpasar, Putu Arik, Rabu (7/1/2026).
Menurut Arik, sampah yang dibuang sembarangan di jalan tersebut lama tidak diangkut swakola, karena TPS3R terbatas menerima sampah sehingga warga bingung membuang sampah. Satu-satunya jalan membuang sampah sembarangan di pinggir jalan malam hari agar tidak ketahuan warga lain. ”Saya minta kepada pemerintah mencarikan solusi tempat membuang sampah. Kalau TPA Suwung final ditutup, sampah di Kota Denpasar bisa menjadi bom waktu, dan jalan-jalan akan bisa dipenuhi onggokan sampah,’’ ujarnya.
Sementara itu, salah seorang swakelola sampah yang enggan disebutkan namanya di media, mengatakan sampah rumah tangga di wilayah Kelurahan Padangsambian hamper tiga minggu tidak diangkut karena TPS3R yang ada terbatas meneima sampah. Bahkan, TPS3R yang ada di Keluarahan Padangsambian sudah tidak menerima sampah dan harus dibuang ke TPA Suwung. ”Saya tidak boleh membuang sampah ke TPS3R, apalagi disuruh membuang ke TPA Suwung, terpaksa sampah warga tidak diangkut,’’ ungkapnya. (pas)

