KINTAMANI, FORUMKEADILANBALI.com – Program Geopark Goes to School digagas General Manajer Batur Unesco Global Geopark ( BUGGp) Wayan Gobang Edy Sucipto mendapat sambutan antusias dari warga sekolah.
Setelah sukses melakukan sosialiasi ke sejumlah sekolah, dilanjutkan menggelar Webinar Regional dan Pelatihan Nasional Geopark Education Model for School (GEMS) bekerja sama dengan Semeo Biotrop kini sejumlah sekolah telah mulai merancang beragam kegiatan sebagai tindak lanjut program tersebut. Salah satu sekolah yang paling getol untuk menjadi pioneer pengembangan adalah SMPN Negeri 7 Kintamani. ”Kita mendatangkan pengelola Batur Unesco Global Geopark hadir sebagai narasumber di sekolah kami untuk memantapkan langkah-langkah lanjutan yang akan kami susun di sekolah,” ungkap Kepala SMPN 7 Kintamani, Moh. Ali dihubungi di sela-sela kegiatannya, Rabu (7/10/2026)
Lebih lanjut, Moh. Ali menyebutkan narasumber yang hadir dalam kegiatan adalah Dewa Setia dari tim manajemen BUGGp. Yang bersangkutan memberikan materi lanjutan tentang Geopark Batur lengkap dengan sejumlah geosite yang dimiliki. ”Setelah paparan dan tanya jawab, ada kegiatan lapangan sebagai bentuk kesiapan kami menjadi living labolatory tentang Geopark,” tegas Moh. Ali seraya menambahkan kegiatan berlangsung menarik dan dinamis. Para siswa banyak mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada pihak BUGGp.
Terkait bentuk lain yang akan dan segera dilakukan peserta webinar regional tersebut, Moh. Ali mengatakan sekolah telah mulai melakukan sosialisasi di masing-masing satuan pendidikan. Khusus sekolah yang dipimpinnya, ada sejumlah kegiatan telah dilakukan diantaranya memasukan materi tentang Geopark dalam kurikulum khususnya melalui kegiatan Kokurikuler, termasuk mengintegrasikannya dalam mata pelajaran. ”Kami telah mengalokasikan anggaran pada Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS) melalui program kunjungan ke sejumlah geosite di kawasan Batur Unesco Global Geopark,” ucapnya.
Moh. Ali mengaku pihaknya tetap komitmen dengan sejumlah program yang telah dirancang ketika mengikuti Webinar regional dan Pelatihan Nasional yang digelar belum lama ini. Bahkan, ketika melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Batur Unesco Global Geopark, telah ada lampu hijau untuk menjadikan sekolah yang berlokasi di Desa Sukawana sebagai pusat kajian pendidikan taman bumi melalui rencana pembanguan gedung. ”Kami akan melakukan kerjasama dengan Bapenas tekait rencana pembangunan gedung ssbagai pusat kajian,” tegas Moh. Ali.
Batur Unesco Global Geopark saat ini tengah sedang gencar-gencarnya mempromosikan keberadaannya paska pengelolaan diambil alih oleh Propinsi Bali. Salah satu kegiatan cukup menarik dan mendapat perhatian adalah pelaksanaan Webinar Regional, dan Pelatihan Nasional yang melibatkan guru-guru di Bangli. Selain memperoleh sejumlah materi dari narasumber pusat dan daerah, kegiatan ini juga berhasil menarik peserta Seameo Biotrop dari sejumlah negara diantaranya dari Singapura, Vietnam, Filipina, Brunai, Thailand, Laos, Malaysia, Timor leste. Mereka diberikan kesempatan melakukan kunjungan lapangan di kawasan kaldera Batur yang telah ditetapkan menjadi anggota Global Geopark Dunia. Program ini selain untuk memperkenalkan keragaman hayati di kawasan Batur, dan memberikan manfaat ekonomis bagi warga sekitar, termasuk memberikan perspektif baru bagi sekolah di Bangli tentang pentingnya menjaga bumi. (jel)

