Nasional

Tampil di PKB XLVIII, Seka Telung Barung Penatih Sajikan Tari Barong Ket Gaya  Ekspresif dan Energik
Diterbitkan: 25 Juni 2026, 19:13

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Duta seni Kota Denpasar menampilkan Seka Telung  Barung, Desa  Adat  Penatih,  Kelurahan Penatih, Denpasar  Timur menunjukkan kepiawaiannya di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026. Bahkan membius penonton lewat penampilan terbaiknya dalam Wimbakara (Lomba) Tari Barong Ket digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Provinsi Bali, Rabu (24/6/2026).

Tampil bergiliran bersama Seka Gong Satya  Yowana Giskara Kayana, Desa Menanga,  Kecamatan Rendang, duta Kabupaten Karangasem, disusul Sanggar Swara Padma  Bhuana, Desa  Undisan, Kecamatan Tembuku duta Kabupaten Bangli dan Sanggar Seni Wahana Santhi, Banjar Dinas Umahjero,  Desa  Umejero, Kecamatan  Busungbiu, duta Kabupaten Buleleng, Seka Telung  Barung, Desa Adat Penatih,  Kelurahan Penatih tampil konsisten dan apik. Riuh apresiasi dan tepuk tangan penonton mengiasi sepanjang penampilan.

Hadir memberikan dukungan kepada duta Kota Denpasar, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan AA. Gede Agung Suyoga, pimpinan OPD Pemkot Denpasar serta undangan lainnya.

Koordinator Duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Seka Telung Barung, Desa Adat  Penatih, Kelurahan Penatih, Gusti Agung Febriana Iswara Putra menjelaskan Barong Ket merupakan makhluk mitologi, memiliki kekuatan magis, simbol kebajikan, sesuhunan sangat disakralkan masyarakat Bali. Wujud Barong Ket sangat artistik, menggugah naluri imajinatif untuk  mengekspresikan ke dalam gaya ekspresif, energik, spektakuler, dan berwibawa. ”Karismatik estetika artistika pertunjukan  Barong  Ket menjadi inspirasi pelestarian nilai kearifan lokal Bali, serta tantangan bagi juru Bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) unjuk kemampuan dalam paraga teknik, tenaga, dan naluri keindahan sebagai abdi Sesuhunan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tinjau Sosialisasi JKN Goes to Banjar Kelurahan Serangan, Wawali Arya Wibawa Pastikan Warga Ikut JKN

Dikatakannya, orientasi tersebut menjadi pemantik konservasi nilai filosofi Tari Barong, dan generasi juru bapang serta  juru kendang di Kota  Denpasar sebagai  dampak keberlanjutan. Srada bakthi ngayah sasolahan barong bukan sekedar  partisipasi, tetapi praktik penerapan teknik  tari dengan kompleksitas gegedig kendang  terangkum dalam wujud pertunjukannya mengedepankan nilai spiritual vertikal.

Ia mengungkapkan nilai filosofis menuntun  kreativitas perkembangan pertunjukan Barong Denpasar dengan memuliakan tradisi bermuara dari unsur spiritualitas dan  takeh (gaya) Denpasar. Meski dikemas  dengan variasi atau pengembangan  struktur pertunjukan, namun identitas  tetekes, kipekan, sesimbaran, milpil, dan takeh igel terpadu dengan gamelan dan  pupuh gegedig kendang Denpasar tetap menjadi fokus tradisi pertunjukannya.

Secara musikal, struktur pertunjukan mengkombinasikan gending gilak babarisan dengan patopengan, menguatkan  aksentuasi gamelan dengan penari barong  saat enrikan pajeng (paying) bernuasa kenyang lempung. Sentuhan motif gegandrungan dielaborasi dalam bagian tari condong, goak macok, pelayon ketika penari menggunakan kepet (kipas). “Saat gineman suling ngintip jangkrik, memperkuat interaksi gegedig kendang dengan improvisasi penari Barong, dan pekaed (penutup) diakhiri gending omang,” ujarnya.

 

Agung Febriana mengaku bersyukur atas keberhasilan penampilan ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung selama proses persiapan hingga pementasan berlangsung yang telah mencurahkan dedikasi selama ini. ”Kami sangat bersyukur karena penampilan berjalan maksimal. Terima kasih kepada semua pihak telah mendukung dan mendampingi selama beberapa bulan proses latihan. Semoga penampilan ini terus memotivasi kami menghasilkan karya yang semakin baik lagi dalam bingkai melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa bangga atas penampilan duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Seka Telung  Barung, Desa  Adat  Penatih, Kelurahan Penatih memukau dan mataksu.

Baca Juga :  Perkuat Ideologi Pancasila, Wabup Alit Sucipta Hadiri Sarasehan Geopolitik di Gedung MPR RI

Jaya Negara menilai progres selama ini dilakukan Seka Telung Barung telah optimal, mulai dari sisi latihan, pembinaan, hingga malam penampilan di hadapan para juri Lomba Barong Ket. Ia berharap dengan maksimalnya penampilan Seka Tari Barong Ket duta Kota Denpasar dapat memotivasi seniman lainnya untuk berkreativitas dan berkarya. ”Penampilan maksimal ini kita berharap duta Kota Denpasar dapat menjadi yang terbaik. Terlepas dari itu semua, kita menghormati keputusan dewan juri. Penampilan yang telah disajikan menunjukkan kualitas, luapan kreativitas, dan semangat pelestarian seni budaya yang terus tumbuh di Kota Denpasar,” tegasnya.

Jaya Negara mengaku kagum dengan garapan Tari Barong Duta Kota Denpasar dikemas secara harmonis melalui perpaduan gerak juru bapang (penari barong) dan juru kendang (penabuh kendang) diisi penghayatan yang kuat sehingga pesan ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton. ”Kita menyaksikan penampilan sangat luar biasa dari duta Tari Barong Ket Kota Denpasar Seka Telung Barung tidak hanya menarik dari sisi artistik, tetapi memiliki filosofi mendalam,” papar Jaya Negara. (pas)

 

Shares: