Nasional

Tingkatkan Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat, Dinsos Kota Denpasar Gelar Pelatihan Buat Makanan Frozen
Diterbitkan: 6 Maret 2026, 11:58

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar menggelar pelatihan membuat makanan diikuti 100 orang perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari empat kecamatan se-Kota Denpasar dari Kamis (5/3) sampai Jumat (6/3/2026), di Gedung Nawasena, Denpasar dibuka Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty didampingi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika.

Laxmy Saraswaty menyampaikan pelatihan berkerja sama dengan Sugatu Bali sebagai narasumber dan melibatkan Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Denpasar untuk meningkatkan ekonomi keluara KPM. Jenis makanan yang dilatih seperti pembuatan risoles, nugget talas dan siomay. ”Jenis makanan yang dilatih kali ini saya kira bisa langsung dibuat di rumah dan dijual sekitar lingkungan rumah,” ujarnya.

Laxmy Saraswaty mengatakan peserta diberikan praktek cara membuat dari awal dan dibekali teori pemasaran termasuk cara pengkemasan secara sederhana. Semua ini bentuk keseriusan Pemerintah Kota Denpasar entaskan masalah kemiskinan melalui peningkatan keterampilan KPM. Sehingga KPM tidak lagi bergantung sebagai penerima manfaat program PKH.

Ia menjelaskan pelatihan diberikan dapat dipraktikan di masing-masing keluarga yang mengikuti palatihan, materi pelatihan yang dibetrikan cara membuat makanan. Produk makanan ini dalam pelatihan, selain bahannya mudah didapat dan strategi sederhadana dalam memasarkan produk. Mengingat jenis makanan yang dilatih saat ini bisa dijual dalam kemasan dingin (frozen) maupun siap saji. ”Saya yakin bila ini dapat dilaksanakan di rumah KPM yang mengikuti pelatihan akan membantu sedikit tidaknya ekonomi keluarga,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminanan Sosial, I Gusti Ketut Sudiatmika menambahkan apa yang didapat dalam pelatihan harus diperaktikan di rumah lagi minimal dibuat untuk keluarga. Kalau ingin berhasil, terutama menjadi wirausaha makanan harus melalui proses dan konsisten.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Terima Penghargaan Indonesia Awards 2023

Sudiatmika berharap melalui pendamping PKH Kota Denpasar membuat WA grup masing-masing kelompok yang mengikuti pelatihan. Selalin untuk komunikasi juga saling memotivasi bagi peserta pelatihan. ”Saya harap peserta membuat WA grup dikoordinir pendamping PKH masing-masing sebagai alat komunikasi untuk tukar pengalaman,” harapnya.

Salah seorang narasumber Eka Sudarmawan menyampaikan melaksanakan suatu usaha harus konsisten dan jangan libur terus. Ini dapat mempengaruhi proses penjualan pada konsumen. Peserta harus mampu menhitung harga bahan yang digunakan sehingga produk yang dijual tidak merugi. Salah seorang peserta Kadek Sri Muliantari dari Denpasar Utara menyampaikan pelatihan ini sangat bermanfaat, mengingat jenis pelatihan makanan sederhana dan disukai masyarakat. ”Saya langsung mempraktikan di rumah dan hasilnya bisa dititip di warung-warung,’’ katanya. (pas)

Shares: