Nasional

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga
Diterbitkan: 29 Juli 2026, 14:08

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong ditunjukkan warga Desa Adat Kubu, Bangli melaksanakan yadnya.

”Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat Desa Adat Kubu, Bangli sangat erat menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam beryadnya. Kebersamaan ini harus terus dijaga sampai anak cucu kita nanti,” ungkap Wagub Giri Prasta dalam sambrama wecana saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Peroras Kinembulan) di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7/2026).

Wagub Giri Prasta menambahkan, pelaksanaan Pitra Yadnya dirangkaikan dengan sejumlah upacara lainnya, seperti ngaben, ngelungah, ngerorasin, metatah, tiga bulanan, dan otonan, dapat pula dilengkapi dengan upacara menek kelih bagi anak-anak yang mulai menginjak masa remaja. ”Saya sangat mendukung jika pelaksanaan adat istiadat secara bersama-sama yang dapat meringankan masyarakat menjadi pilihan untuk dilaksanakan setiap lima tahun. Alangkah baiknya jika rangkaian upacara ini juga dilengkapi dengan karya menek kelih bagi anak-anak kita mulai menginjak masa remaja, yaitu ngeraja singa bagi remaja putra dan ngeraja swala bagi remaja putri. Dengan demikian, pelaksanaan secara massal dapat semakin memberikan kemudahan bagi warga, baik dari segi biaya maupun persiapan kelengkapan upakara, meskipun waktu pelaksanaannya tentu menjadi lebih panjang,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta mengingatkan agar rasa persaudaraan dan semangat gotong royong yang telah terbangun tidak pernah pupus. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan masyarakat dalam beryadnya, menjalani kehidupan bermasyarakat, serta bersama-sama menjaga Bali ke depan.

Wagub Giri Prasta menyampaikan pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya sehingga masyarakat dapat lebih fokus melaksanakan ngayah dan mempersiapkan upakara banten sebagai bagian dari pelaksanaan yadnya.

Baca Juga :  <strong>Camat Dentim Bersama Bagian Prokopim dan Karang Taruna Tebar Ribuan Benih Ikan Nila di Sungai Ayung</strong>

Sementara itu, Bendesa Adat Kubu, Bangli, I Nengah Miasa menyampaikan Pitra Yadnya tersebut diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan secara bersama-sama bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat rasa persaudaraan dan semangat gotong royong.

Ia menjekaskan, yadnya pada umumnya ditanggung sepenuhnya oleh keluarga yang melaksanakan upacara akan menjadi lebih ringan apabila dilaksanakan secara massal melalui kebersamaan warga.

 

Miasa melaporkan kepada Wakil Gubernur Bali dan Bupati Bangli bahwa rangkaian upacara tersebut diikuti warga dengan rincian ngaben sebanyak 106 sawa, ngelungah 52, ngerorasin 119 Sang Dewa, metatah 269 orang, tiga bulanan 1 orang, otonan 11 orang, banta meninggal belum genap satu tahun sebanyak 14 sawa, banta meninggal di luar Bali sebanyak 5, Sang Dewa yang belum metatah sebanyak 7, banta yang sudah dibakar sebanyak 5, serta ngaben banta/gumuk sebanyak 96.

Pelaksanaan upacara, kata Miasa, biaya dikenakan masing-masing Rp1 juta untuk ngaben, Rp1,5 juta ngeroras, serta Rp2,5 juta ngaben dan ngerorasin. Pelaksanaan yadnya memperoleh dukungan dana semesta berencana dari Pemerintah Provinsi Bali Rp95 juta, bantuan Bupati Bangli Rp103 juta, LPD sebesar Rp25 juta, serta pepatusan dari masing-masing kepala keluarga Rp300 ribu.(fkb/pas)

Shares: