FORUM Keadilan Bali – Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menghadiri perayaan Hari Suci Saraswati Maha Warga Bujangga Waisnawa Kota Denpasar se-Kota Denpasar, Sabtu (22/10).
Kemoncolan Warga Bujangga Waisnawa Kecamatan Denpasar Timur mendapat mandat sebagai panitia pelaksana yang dipusatkan di Pura Pauman Pagan Kaja, Jalan Ratna, Denpasar. Pujawali Saraswati selain dilaksanakan persembahnyangan bersama juga diisi sejumlah lomba bernafaskan seni budaya Bali diikuti anak – anak dari Kemoncolan Warga Bujangga Waisnawa se-Kota Denpasar. Pujawali dipuput Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Dharma Tenaya Grya Dalem Batan Getas, Titih, Denpasar.
Wali Kota Jaya Negara mengikuti seluruh rangkaian pujawali sekaligus membuka lomba dengan pemukulan gong. Hadir Kadisbud Denpasar Raka Purwantara, Camat Denpasar Timur Made Tirana, serta perwakilan Moncol Maha Warga Bujangga Waisnawa baik pengurus pusat, pengurus kota maupun kecamatan.
Jaya Negara mengungkapkan Hari Suci Saraswati diyakini hari turunnya ilmu pengetahuan adiluhung dan suci bagi kesejahteraan dan kebaikan umat manusia. Hal ini bisa dimaknai sebagai landasan mengembangkan diri agar pengetahuan itu dapat bermanfaat bagi diri kita dan lingkungan sekitar. ”Lomba bernafaskan kebudayaan Bali melibatkan anak muda menjadi komponen penting membentengi mental anak-anak kita di tengah gempuran arus modernisasi semakin deras,” ujar Jaya Negara.
Sementara Ketua Panitia I Putu Tapa mengatakan perayaan Hari Suci Saraswati Maha Warga Bujangga Waisnawa Kota Denpasar dilaksanakan bergiliran setiap kecamatan di Kota Denpasar setiap enam bulan. Sekarang di Denpasar Timur mendapat mandat menjadi panitia.
Selain melaksanakan pujawali, lanjut Tapa, digelar lomba bernafaskan budaya Bali yakni lomba ngewacen aksara Bali batas umur maksimal 15 tahun (SMP), lomba nyurat aksara Bali dengan batas umur maksimal 12 tahun (SD), lomba mesatua Bali, lomba magender wayang batas umur maksimal 15 tahun, serta lomba ngulat klakat mesibeh, lomba ngulat sengkui meikuh dan lomba ngulat tipat dampul batasan umur masing- masing maksimal 12 tahun (SD). ”Kami berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat menjadi media yang menyatukan kami sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan Kota Denpasar. Terutama pengembangan mental generasi muda melalui pengetahuan seni budaya dimaknai perayaan Hari Suci Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan yang suci,” ucap Tapa.

