DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com โ Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel dipusatkan di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, bertepatan dengan Buda Umanis Dukut, Rabu (21/10/2026).
Upacara diselenggarakan Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur. Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.
Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari mabiakala, matatah (potong gigi), muspa ngendag hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali Mundut Eteh-Eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan Ngadegang Puspa Lingga, malaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput sulinggih sesuai tata cara dan tuntunan agama Hindu.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan. โMelalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi memperkuat kebersamaan dan gotong royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,โ ujarnya.
Jaya Negara berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.
Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10) melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10), dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan ngelinggihang Dewa Pitara. Pelaksanaan karya ini melibatkan Pangrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (pas)

