Nasional

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat Denpasar
Diterbitkan: 3 Maret 2026, 17:10

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3/2026).

Upacara ini bertepatan dengan Purnama Sasih Kasanga dilaksanakan sebagai rangkaian memohon restu dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas Paruman Alitan MDA Kota Denpasar. Prosesi diawali dengan upacara Majaya-Jaya dipuput Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten, Griya Satya. Dilanjutkan persembahyangan bersama serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Walikota Jaya Negara.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya turut mengikuti prosesi persembahyangan bersama.

Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Denpasar sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan serta memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, keberadaan Majelis Desa Adat memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta menguatkan nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali di tengah dinamika perkembangan kota. ”Melalui pelaksanaan upacara ini kita berharap seluruh pengurus dan anggota Majelis Desa Adat diberikan kerahayuan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tugas menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar Jaya Negara.

Ia mengungkapkan sinergi antara pemerintah daerah dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan berbasis budaya di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari sekaligus mampu mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.

Baca Juga :  Kota Denpasar Sabet Penghargaan UHC 2026, Sukses Beri Pemerataan Jaminan Kesehatan Kepada Masyarakat

Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna menjelaskan pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga sekaligus menjadi rangkaian pengukuhan Bendesa Alitan MDA Kota Denpasar yang berada di empat kecamatan.

Ia mengatakan sebelumnya telah dilaksanakan paruman di tingkat kecamatan yang menetapkan Bendesa Alitan di masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan dari Majelis Desa Adat yang kemudian diserahkan secara simbolis pada pelaksanaan upacara Majaya-jaya oleh Walikota Denpasar. ”Kehadiran Bendesa Alitan ini diharapkan dapat memperkuat pendampingan serta penguatan desa adat di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan Majelis Desa Adat dapat bersinergi dan mendukung berbagai program Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus terus ngayah dalam menjaga dan menguatkan desa adat. ”Semoga melalui pelaksanaan upacara ini seluruh pengurus dapat diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas. Mari bersama-sama mendukung program pembangunan Kota Denpasar melalui penguatan desa adat,” ucapnya. (pas)

Shares: