Nasional

Ancaman Terhadap Negara Kini Berkembang Jadi ”Proxy War”
Diterbitkan: 25 Mei 2026, 21:42

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Di era globalisasi saat ini, ancaman terhadap kedaulatan negara tidak lagi didominasi ancaman militer konvensional, melainkan berkembang menjadi ancaman nirmiliter dan proxy war (perang proksi).

Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial Kasau yang dibacakan Perwira Pembantu Utama (Paban) VI/Pembinaan Potensi Perbatasan Wilayah Udara (Taswilud) Kolonel (Pas.) Roosen L. Sinaga, M.Han., dalam kegiatan sosialisasi Kesadaran Bela Negara diselenggarakan TNI AU di Ballroom Cakra Sudarsana Wisthi Sabha PT Angkasa Pura Indonesia, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Badung, Senin (25/5/2026).

Dalam sambutannya, Asisten Teritorial Kasau menegaskan bahwa ancaman perang proksi dan nirmiliter turut mengancam ideologi negara, ketahanan nasional, hingga generasi muda Indonesia. Pada kegiatan tersebut, disampaikan tiga materi utama yang relevan dengan kondisi faktual saat ini, yakni kesadaran bela negara dan peran TNI AU dalam menghadapi kompleksitas ancaman terhadap kedaulatan dirgantara. Pemahaman masyarakat untuk menjaga ruang udara nasional serta dukungan komponen bangsa terhadap tugas TNI AU dinilai sangat krusial.

Selain itu, turut disampaikan materi penguatan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai kejuangan lokal, khususnya Bali sebagai etalase Indonesia di mata dunia. ”Kita harus memastikan keberagaman dan dinamika sosial tetap bermuara pada persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Materi ketiga disampaikan BNN Provinsi Bali menyoroti ancaman nyata terhadap sendi-sendi kekuatan bangsa, yakni penyalahgunaan narkoba. Upaya menjaga diri dan lingkungan dari ancaman sosial tersebut dinilai sebagai salah satu implementasi bela negara yang paling nyata di masa damai.

Sementara itu, Komandan Lanud (Danlanud) I Gusti Ngurah Rai, Kolonel (Pnb.) David Dwi Martin W., S.M., menyampaikan kesadaran bela negara harus terus digalakkan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai pondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Menurutnya, bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, melainkan hak dan kewajiban setiap warga negara sesuai profesi dan kapasitas masing-masing. Sikap bela negara dapat diwujudkan melalui disiplin, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, taat hukum, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga :  <strong>Sekda Adi Arnawa Buka Event Contest Meet UP STT Sanjaya Putra di Penarungan</strong><strong></strong>

Lanud I Gusti Ngurah Rai, lanjutnya, akan terus membangun sinergi bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat guna memperkuat semangat nasionalisme.

Pada kesempatan tersebut, Pabandyabinhanwil Paban III/Tahwildirga Letkol (Kes.) Tejo Pramono di antaranya menyampaikan materi mengenai Komponen Cadangan (Komcad). Ia menjelaskan, TNI AU telah melaksanakan program pelatihan Komcad sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2022, 2023, dan 2025. Saat ini, pendaftaran Komcad dibuka mulai 9 April hingga 17 Juli 2026, dengan pelaksanaan seleksi pada 18 Juli 2026. Komcad terbuka bagi warga negara dari berbagai profesi yang memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Setelah menjalani pelatihan, para peserta kembali menjalankan profesinya masing-masing dan akan dimobilisasi apabila negara membutuhkan. Adapun syarat menjadi Komcad, yakni berusia 18-35 tahun, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Pancasila, serta sehat jasmani dan rohani.

Acara sehari ini diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, warga desa adat, berbagai perusahaan di lingkungan Bandara I Gusti Ngurah Rai, FASI, koperasi, tim SAR, pimpinan organisasi, Satpol PP, hingga menwa. (fkb/pas)

Shares: