Nasional

Atasi Sampah Organik, Pemkot Denpasar Dorong Optimalkan Teba Moderen
Diterbitkan: 12 Agustus 2025, 12:35

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Pemerintah Kota Denpasar terus berusaha mendukung percepatan penanganan sampah. Hal ini dilakukan langkah preventif guna memastikan kelancaran penanganan sampah jika TPA Suwung resmi ditutup.

Beberapa langkah stratagis yakni optimalisasi Teba Moderen untuk sampah organik, TPS3R dan Pusat Daur Ulang (PDU) sampah an organik.

Demikian disampaikan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Ida Bagus Alit Wiradana saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah di Kota Denpasar dilaksanakan di Gedung Sewaka Dharma (GSD) Lumintang, Denpasar, Senin (11/8/2025).

Rapat kordinasi menghadirkan berbagai stakeholder terkait, yakni Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar, Forum Perbekel Lurah Kota Denpasar, Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta sejumlah kalangan lainnya.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kebijakan di Kota Denpasar yang telah bekerja maksimal terkait pengelolaan sampah. Karena itu, optimalisasi akan terus dilaksanakan agar penanganan sampah dapat berjalan baik. ”Saat ini TPA Suwung masih menerima sampah an organik. Sampah organik kita akan optimalisasi di Teba Modern, dan ada TPS3R dan PDU. Semoga optimal dalam mengurangi volume sampah,” jelasnya.

Walikota Jaya Negara mengungkapkan pihaknya terus menggenjot pembangunan Teba Modern. pada Perubahan APBD Kota Denpasar tahun 2025 telah dirancang pembangunan 5.000 titik Teba Moderen. Pembangunan ini akan menyasar fasilitas umum, seperti sekolah swasta, banjar, pura, dan lainnya.

Sementra itu, Kadis DPMD Denpasar I Wayan Budha menyampaikan rencana sistem Teba Modern pada Perubahan Anggaran 2025 masing-masing desa mendapat tambahan BHPR paling kecil Rp1 miliar lebih. Penambahan BHPR ini, didorong memprioritaskan pengelolaan sampah dengan pembuatan teba modern dan komposter.

Ketua Forum Lurah Perbekel Kota Denpasar, I Gede Wijaya Saputra mengatakan terkait pemasangan sistem Teba Modern di Desa dapat memanfaatkan dana desa dan sumber lainnya dari Pemerintah Kota, dan sudah bisa dilakukan di tahun ini. Sementara pembangunan unit Teba Modern dari Pemerintah Kota Denpasar bisa dioptimalkan di kelurahan. ”Nanti tergantung kebutuhan dari masing-masing dan diutamakan menyasar fasilitas umum seperti pura, banjar, lapangan dan fasilitas lainya,” ucapnya. (pas)

Baca Juga :  Malam Fashion Show Jegeg Bagus Badung 2026, Ajang Kreativitas Muda Dorong Pariwisata dan UMKM
Shares: