Pendidikan

Bangli Kekurangan 967 Guru, Terbanyak Guru Kelas
Diterbitkan: 9 April 2026, 16:44 | Diperbarui: 9 April 2026, 17:03

BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Hingga Desember 2025, Kabupaten Bangli kekurangan sebanyak 967 orang guru jenjang TK/PAUD hingga SMP. Dari jumlah tersebut terbanyak kekurangan guru kelas mencapai 440 orang, guru mata pelajaran (Mapel) jenjang SMP sebanyak 315 orang.  Disusul guru Pendidikan Agama Hindu dan BP/BK masing-masing 46 orang.

Data berhasil dikumpulkan di Kantor Disdikpora Bangli menunjukan wilayah Kecamatan Kintamani salah satu wilayah kekurangan guru terbanyak, karena wilayah pegunungan ini memiliki jumlah sekolah paling banyak di Bangli. Defisit jumlah guru ini memunculkan kekhawatiran sejumlah kepala sekolah di Bangli.

Ketua MKKS SMP Kabupaten Bangli, Komang Mudarka, M.Pd., mengaku prihatin dengan kondisi seperti ini. Hampir sebagian besar teman-teman kepala sekolah saat ini mengaku kekurangan guru. ”Ini sangat mengkhawatirkan akan berdampak pada kualitas layanan di sekolah,” ungkap Mudarka saat dihubungi baru-baru ini.

Lebih lanjut Mudarka mengemukakan, penyebab kekurangan guru tersebut terjadi disparitas antara guru yang telah memasuki masa purna tugas dengan rekrutmen guru baru. Hal ini diperparah adanya kebijakan melakukan moratorium pengangkatan tenaga honorer. ”Dalam dua tahun terakhir, jumlah guru memasuki masa purna tugas mencapai ratusan orang. Di sisi lain, pemerintah tidak melaksanakan rekrutmen guru baru. Ini menyebabkan terjadi defisit guru,” ujar Mudarka yang juga Kepala SMPN 3 Kintamani ini.

Kekurangan jumlah guru ini membuat kepala sekolah dan manajemen sekolah kalang kabut. Akibatnya banyak diantara kepala sekolah megambil jalan pintas yakni dengan memberikan beban mengajar lebih dari ketentuan kepada guru yang ada. Selain itu, kepala sekolah juga mendapat tugas sebagai guru mengajar di kelas. ”Di sekolah kami ada guru mengajar lebih dari 40 jam pelajaran (jp) per minggu. Bagaimana kami menuntut agar kinerja mereka maksimal dalam kondisi guru mengajar over kapasitas,” ucap Mudarka seraya menambahkan, sekolah yang dipimpinnya juga kehabisan guru Agama Hindu, sehingga dirinya merangkap menjadi Guru Agama Hindu memang bukan menjadi latar belakang akademisnya.

Baca Juga :  Puluhan Anak Panti Asuhan Denpasar Terima Sertifikat dari Cambridge University Press and Assessment

Melihat kondisi tersebut, Mudarka berharap pemerintah secepatnya mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan kualitas pendidikan. Langkah tersebut harus diambil oleh pemerintah pusat, sebab kewenangan rekrutmen guru ditentukan pemeritah pusat. Jangan terlalu lama kondisi seperti ini dibiarkan. ”Saya yakni, pemerintah daerah kewalahan dengan situasi ini,” jelasnya.

I Wayan Sudana, Wakil Kepala SMPN 7 Kintamani mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih kekurangan guru PKN paska seorang guru PKN memasuki purna tugas. Sementara Mapel ini diajarkan guru lain dengan resiko mengajar melebihi ketentuan yang berlaku. ”Hingga saat ini kami hanya kekurangan guru PKN. Guru PKN telah memasuki purna tugas,” paparnya seraya menjelaskan jumlah siswa di sekolah ini relatif sedikit dibandingkan dengan sekolah lain yang telah lebih dahulu berdiri.

Sementara itu, Kepala SMPN Satap 2 Kintamani Eka Putra Wirata mengaku bersyukur karena sekolah yang dipimpinnya tidak menghadapi problem kekurangan guru. Mengingat sekolah yang dimpimpinnya memiliki jumlah siswa relatif sedikit dengan dengan status sekolah satu atap. ”Jumlah guru kami masih cukup memadai. Tidak ada Mapel yang kekurangan guru hingga saat ini,” katanya.

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan (Tendik) Kantor Dikpora Bangli, I Wayan Suwitra ketika dihubungi menyebutkan dari hasil pendataan yang dilakukan hingga Desember 2025 secara rinci Bangli masih kekurangan guru kelas 440 orang, yakni Kecamatan Kintamani defisit 200 orang. Disusul Kecamatan Tembuku 84 orang, Bangli 82 orang serta Susut 74 orang. Kekurangan guru Pendidikan Jasmani 88 orang dengan jumlah terbanyak, yakni 35 orang untuk wilayah Kecamatan Kintamani. Guru Agama Hindu di wilayah Kintamani membutuhkan 35 orang dari total kekurangan untuk Kabupaten Bangli sebanyak 88 orang. Jenjang SMP kekurangan guru paling banyak untuk guru BP/BK 46 orang, disusul guru Mapel TIK 39 dan guru Bahasa Indonesia 37 orang. Guru TK, wilayah Kecamatan Kintamani mengalami defisit guru paling banyak yakni 37 orang dari total kekurangan 118 untuk seluruh Kabupaten Bangli. (jel)

Baca Juga :  Hadiri HUT Ke-41 SMANSADA, Wabup Tjok Surya: Pendidikan Fondasi Utama Ciptakan Generasi Emas
Shares: