Nasional

Buka Pelatihan Banten, Ny. Antari Jaya negara Dorong Ruang Belajar dan Berbagi Antar Generasi
Diterbitkan: 30 Maret 2026, 19:13

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Upaya pelestarian tradisi dan penguatan peran perempuan dalam kehidupan beragama terus digencarkan. Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar kembali menggelar pelatihan pembuatan banten dibuka Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Senin (30/3/2026) di Banjar Buaji, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur.

Dalam suasana penuh kebersamaan, peserta didominasi kaum ibu antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengalaman antar generasi dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Bali.

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, disela-sela kegiatan menegaskan pelatihan membuat banten memiliki makna penting, tidak hanya sebagai keterampilan, tetapi juga sebagai wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan perempuan Hindu dalam membuat sarana upacara secara mandiri. ”Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan dalam menjaga tradisi dan budaya, khususnya dalam pembuatan banten yang merupakan bagian penting dari upacara keagamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Antari Jaya Negara mengajak peserta terus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman, serta menanamkan pengetahuan tersebut kepada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

Sementara itu, narasumber dari WHDI Denpasar Ni Wayan Sukerti, menjelaskan pelatihan dilaksanakan di Banjar Buaji Sari ini mengangkat materi pembuatan banten otonan tumpeng pitu. Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan secara bersama-sama. ”Kami melaksanakan pelatihan ini sebagai ruang belajar dan sharing bersama. Perbedaan bentuk dan jenis banten di Bali justru menjadi kekayaan dan keunikan yang perlu dipahami bersama,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta : Tingkatkan Daya Saing Daerah Lewat Penguatan Transformasi Ekonomi

Ia menambahkan, peserta tidak hanya mendapatkan teori mengenai ketatwan (filosofi) banten otonan tumpeng pitu, tetapi juga praktik langsung, termasuk tutorial nanding daksina yang berkaitan dengan tetandingan banten.

Sukerta memaparkan pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja WHDI Kota Denpasar dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan Hindu di bidang adat dan keagamaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya perempuan Hindu, semakin terampil dan percaya diri dalam melaksanakan kewajiban keagamaan, sekaligus menjaga warisan budaya Bali tetap lestari di tengah dinamika kehidupan modern. (pas)

Shares: