BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melantik Perbekel Antar Waktu (PAW), yakni Perbekel Desa Pangsan, Kecamatan Petang; Perbekel Desa Sedang dan Perbekel Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (31/3/2026).
Turut hadir Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Ketua Komisi I I Gst Lanang Umbara, pejabat terkait di lingkungan Pemkab Badung, para camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan, Ketua BPD, LPM serta para Perbekel dan Ketua TP. PKK se-Badung.
Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pengambilan sumpah, pelantikan dan penandatangan fakta integritas kepada tiga orang Perbekel Antar Waktu atas nama I Gusti Ngurah Muliharta sebagai Perbekel Pangsan, Kecamatan Petang periode 2026-2029, atas nama I Gusti Ngurah Suwindra sebagai Perbekel Sedang, Kecamatan Abiansemal periode 2026-2029 dan I Gusti Agung Sumajaya sebagai Perbekel Bongkasa, Kecamatan Abiansemal periode 2026-2030.
Bupati Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada perbekel baru dilantik. Disampaikan kepada Perbekel yang dilantik segera menyesuaikan diri, terutama terkait visi misi Bupati Badung. Bagaimanapun perbekel terpilih ini kan melaksanakan daripada apa menjadi visi misi Bupati. Perbekel harus beradaptasi terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Badung, terutama terkait data-data di lapangan. ”Ini penting, saya selaku Bupati ingin apa yang menjadi program-program unggulan kami benar-benar tepat sasaran. Jadi masyarakat yang berhak itu mendapatkan, jangan sampai nanti ada masyarakat memang berhak tapi tidak mendapatkan. Ini kan sayang, padahal itu adalah program yang menurut kami sangat membantu daripada kondisi masyarakat kita, terutama masyarakat-masyarakat yang memang dalam kondisi tidak berdaya,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Lebih lanjut Bupati di Arnawa mengatakan sebagai ujung tombak pemerintahan, perbekel memiliki peran strategis menggerakkan pembangunan desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat 24 jam penuh. Apalagi wilayahnya sering terjadi bencana alam membutuhkan pelayanan secara all out. ”Masyarakat Badung walaupun boleh dibilang luarnya sedikit berbedalah, tapi nyatanya kalau kita lihat kadang masih ada masyarakat kondisi rumahnya, termasuk kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Difokuskan bisa kami atasi sehingga benar-benar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ini memang benar-benar kita bisa pertanggung jawabkan,” imbuhnya. (pas)

