Nasional

Bupati Badung Terima Konjen Australia, Bahas Pembangunan Monumen Perdamaian
Diterbitkan: 8 Januari 2026, 17:30

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Jo Stevens mempererat kerjasama serta membahas rencana pembangunan Museum Perdamaian sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban peristiwa Bom Bali 2002. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (8/1/2026).

Pertemuan dihadiri Konsul Diplomasi Publik Lachlan Norton, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha dan Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa.

Bupati Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemkab Badung mendukung pembangunan Museum Perdamaian yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Bom Bali 2002. Pembangunan museum tersebut salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para korban tragedi kemanusiaan tersebut.

Ia menyampaikan museum ini akan dibangun sebagai ruang memorial untuk mengenang peristiwa Bom Bali, sekaligus menjadi simbol perdamaian. Ke depan Museum Perdamaian diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi sejarah dan edukasi di Kabupaten Badung. Mengingat peristiwa Bom Bali melibatkan banyak warga negara Australia. Pemerintah Kabupaten Badung telah mengalokasikan anggaran pembangunan museum tersebut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen nyata.

Konsulat Jenderal Australia, Jo Stevens menyampaikan terima kasih atas penerimaan Bupati Badung. Ia mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Badung, terkait dukungan penyediaan lahan untuk rencana pembangunan Museum Perdamaian. Mendengar komitmen Bupati, Jo Stevens merasa sangat senang dan menyambut baik rencana pembangunan Museum Perdamaian tahun ini. “Kami berterima kasih dan mendukung penuh pembangunan museum sebagai simbol persahabatan dan refleksi sejarah,” katanya.

Sementara Plt. Kadis PUPR Badung I Nyoman R. Karyasa menjelaskan pembangunan Museum Perdamaian Bali mengadopsi konsep “Samsara” (lahir, hidup dan mati). Museum akan dibangun di atas lahan seluas 15 are dan dilengkapi basement disebelah monumen Bom Bali. Bagian depan diisi halaman dan taman, di dalamnya ada dokumen Bom Bali dilengkapi diorama dan auditorium, serta bagian belakang akan ada perpustakaan dan informasi lainnya. (fkb/pas)

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Gerakan Bersihkan Lingkungan di Desa Tegal Harum
Shares: