FORUM Keadilan Bali – Bertepatan rahinan Kajeng Kliwon Wuku Landep, Senin (25/12), krama pengempon Pura Desa, Desa Adat Kiadan, Kecamatan Petang melaksanakan upacara Ngodak Tapakan Ida Bhatara Ratu Bagus Alit, Ratu Niang Sakti dan Ratu Ayu.
Karya dipuput Ida Pedanda Gede Diksa Manuaba Griya Babakan, Desa Cau Belayu Tabanan ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kadisbud Badung Gde Eka Sudarwhita, Camat Petang AA Ngurah Raka Sukaeling, Perbekel Desa Pelaga Made Ordin, tokoh muda kreatif Bima Nata, Bendesa Adat Kiadan serta krama pengempon pura.
Sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan dana Pemkab Badung secara simbolis Rp800 juta dan Bima Nata secara pribadi Rp25 juta.
Dalam sembrama wacananya Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bahagia karena masyarakat setempat dan pagempon pura sudah melaksanakan karya dewa yadnya dengan semangat dan gotong royong. Karya ini dilaksanakan sebagai wujud bhakti masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karya besar ini dilaksanakan sesuai suksemaning barong yaitu dengan bebarengan atau bersatu. ”Saya harapkan masyarakat harus gotong royong bersatu agar semua berjalan baik lancar sida sidaning don,” ucap Bupati Giri Prasta.
Lebih lanjut Bupati Giri Prasta meminta melalui karya ini akan mendapatkan kerahayuan sekala dan niskala untuk masyarakat, segilik seguluk sebayantaka, paras-paros sarpa naya serta gemah ripah loh jinawi.
Sementara Prawartaka Karya I Nyoman Laba menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung Giri Prasta sudah berkenan hadir sekaligus memberikan bantuan dana hibah sehingga karya dapat berjalan dengan labda karya paripurna.
Dia menjelaskan dana yang dihabiskan dalam karya ngodak Petapakan di Pura Desa kurang lebih Rp1 miliar. ”Mudah-mudahan Ida Sang Hyang Widhi selalu memberikan kerahayuan kepada kita semua dan khususnya Bapak Bupati Badung sehingga bisa dapat terus hadir memberikan bantuan meringankan beban masyarakat,” ucapnya.

