Nasional

Bupati Satria Buka Rakercab II PHRI Klungkung 2026 di Nusa Penida
Diterbitkan: 16 Januari 2026, 20:57 | Diperbarui: 16 Januari 2026, 20:58

KLUNGKUNG, FORUMKEADILANBali.com -Bupati Klungkung I Made Satria membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung ke-II tahun 2026, di Caspla Beach Club, Nusa Penida, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan guna membangun komitmen bersama seluruh anggota PHRI Klungkung berperan aktif dan kolaboratif dalam membangun ekosistem pariwisata Klungkung berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Rakercab diikuti 80 peserta pelaku pariwisata se-Kabupaten Klungkung ini mengusung tema ”Membangun Ekosistem Pariwisata Klungkung yang Berkualitas, Berkelanjutan, dan Berdampak”. Selain membuka kegiatan, Bupati Klungkung juga hadir sebagai narasumber bersama Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Putra Mahajaya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Klungkung Gede Sudiarka Jaya, serta Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma.

Bupati Satria menekankan pembangunan pariwisata ke depan tidak lagi semata-mata berorientasi pada peningkatan angka kunjungan wisatawan. Menurutnya, pariwisata harus dibangun dengan menitikberatkan pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. ”Pembangunan pariwisata ke depan tidak semata-mata mengejar angka kunjungan, tetapi harus berorientasi pada kualitas pengalaman wisatawan, keberlanjutan lingkungan dan budaya, serta dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal. Ini esensi dari pariwisata berkualitas yang sedang kita bangun bersama,” ujar Bupati asal Dusun Sental Kangin, Nusa Penida tersebut.

Lebih lanjut Bupati Satria menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, memberikan kepastian regulasi, serta mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dan kondusif.

Ia mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berbenah serta memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Ke depan, ia menargetkan 100 persen usaha akomodasi di Nusa Penida telah memiliki perizinan resmi. Selain itu, setiap objek wisata yang dikomersialkan wajib dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Bupati Sedana Arta Lepas Sebelas Calon Jemaah Haji Bangli

Meningkatkan kualitas layanan pariwisata, Bupati Satria menyampaikan rencana penataan dan standarisasi para pengemudi (driver) pariwisata. Hal ini dinilai penting karena para driver merupakan salah satu wajah atau citra pariwisata daerah di mata wisatawan. ”Pariwisata Klungkung akan dikonsep sesuai kearifan lokal, sehingga memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri, serta berbeda dengan daerah-daerah lain,” ucapnya. (fkb/pas)

Shares: