BANGLI, FORUMKEADILANBali.com – Semburan belerang sejak beberapa hari terjadi di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli mengakibatkan kematian ikan cukup banyak di Kantong Jaring Apung (KJA) maupun ikan di perairan bebas.
Kematian ikan jumlah cukup banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial. Terlihat dalam video dalam akun FB Eskia Terkiot, terliat ikan nila yang dibudidayakan petani di KJA mati dan mengambang yang jumlah banyak. Sementara sejumlah akun lainnya, juga mengaploud sejumkah video yang menggambarkan kematian ikan sekala banyak Danau Batur.
Salah seorang warga Desa Songan, Jro Komang Alit ketika dimintai konfirmasinya membenarkan terjadi semburan belerang menyebabkan ikan mati. Meski kejadian ini merupakan siklus tahunan, namun memberikan dampak cukup besar bagi para petani ikan di Danau Batur. ”Kerugian dialami petani cukup besar. Saat ini harga pakan cukup tinggi,” kata Komang Alit, seraya menambahkan semburan hanya terjadi sekali dan kini kondisi sudah mulai normal.
Dia menjelaskan berdasarkan informasi dan pengalaman terjadi selama ini, semburan belerang tersebut dipicu adanya endapan di dasar Danau Batur menutup celah belerang. Ketika arus di dasar danau besar, endapan tersebut tergerus sehingga belerang yang sebelumnya tertutup terbuka menyebabkan terjadi semburan. ”Ketika terjadi semburan tersebut maka kadar oksigen dalam danau akan menipis berdampak pada ikan ukuran besar yang ada di kuramba,” ucap Alit.
Sementara Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli I Wayan Sarma saat dikonfirmasi, Senin (14/7) membenarkan adanya fenomena semburan belerang di Danau Batur, Kintamani. Hal ini ini memang siklus tahunan yang kerap terjadi. ”Kita memang telah mendapatkan laporan dari petani maupun PPL di bawah terkait semburan belerang ini,” paparnya.
Ia menambahkan semburan belarang terjadi di Danau Batur terjadi di sejumlah wilayah Desa Terunyan dan Desa Abang Batudinding. Sementara di sejumlah wilayah sepertti di Desa Buhan, Kedisan dan lainnya masih aman. ”Kita telah menurunkan petugas untuk melakukan pemantauan ke wilayah tersebut. Sejauh ini memang sudah ada kematian ikan, khususnya di KJA petani, namun pihaknya belum bisa memastikan jumkah ikan yang mati tersebut,” ucapnya.
Menghindari kerugian lebih besar petani diharpkan tidak melakukan aktifitas di KJA, sepeti memberikan pakan ikan. Karena, dampaknya akan menyebabkan ikan makin setres sehingga bisa meningkatjan angka kematian. ”Petugas kita telah turun untuk melakukan pendataan dan memberikan himbauan kepada petani,” pungkasnya. (jel)

