DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) merupakan ajang membangun ekosistem sandang atau fashion di Pulau Dewata. Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day ke-2 di Taman Budaya Art Sentre Denpasar, Rabu (25/2/2026).
”Pengalaman di periode pertama, ketika kami memberikan perhatian kepada para desainer, maka ekosistemnya terbangun,” ungkap Ny. Putri Koster.
Ia menjelaskan seorang desainer diberikan wadah berkreasi akan tumbuh kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan karya-karya terbaru. Ketika para desainer berkreasi, para penenun juga akan menggeliat menghasilkan karya tenun dengan motif-motif terbaru. Begitu pula para model, koreografer, pemain musik, hingga komposer musik lokal Bali akan menerima dampak positif dari terbangunnya ekosistem tersebut. ”Ternyata wadah yang kita bangun seperti Dekranasda Bali Fashion Week dilirik pusat. Ke depan, kegiatan kita akan diadopsi Dekranas Pusat, lalu disampaikan kepada provinsi-provinsi melaksanakan kegiatan yang sama,” imbuhnya.
Ny. Putri Koster menegaskan, pihaknya ke depan akan serius mengembangkan dunia sandang atau fashion di Provinsi Bali. Hal tersebut terbukti dengan pelaksanaan Bali Dekranasda Fashion Week (BDFW) dan Bali Dekranasda Fashion Day (BDFD) mampu mendongkrak omzet UKM dalam pameran IKM Bali Bangkit dilaksanakan sepanjang tahun. ”Setiap kali BDFD dilaksanakan, kami mensyaratkan peserta yang tampil harus mencari busana di IKM Bali Bangkit. Hal itu mampu mendongkrak omzet penjualan hingga mencapai Rp250–300 juta. Ini bentuk partisipasi aktif ASN di lingkungan Pemprov Bali. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut,” jelasnya.
Ny. Putri Koster mengingatkan masyarakat Bali terus mendukung industri sandang di Pulau Dewata dengan mencintai dan menggunakan pakaian berbahan kain tenun tradisional Bali karya desainer lokal. Ia mengimbau masyarakat tidak membeli pakaian bekas hanya karena tergiur harga murah untuk mendapatkan merek ternama. Hal tersebut dapat mematikan ekosistem industri sandang di Pulau Dewata.
Diketahui, Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) ke-2 menampilkan ratusan desain pakaian karya desainer lokal Bali, berupa busana adat, busana kerja, dan busana kasual. Busana tersebut ditampilkan oleh sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, antara lain Biro Hukum Setda Provinsi Bali, BKPSDM Provinsi Bali, RSU Dharma Yadnya Provinsi Bali, dan Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali. (fkb/pas)

