Nasional

Denpasar Education Festival 2025, Disdikpora Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru
Diterbitkan: 10 April 2025, 10:42

DENPASAR, FORUMKEADILABali.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kota Denpasar mengusung tema ”Implementasi Budaya Literasi dan Berpikir Komputasional dengan Bahasa Coding”, di Aula Bank Indonesia Provinsi Bali, Kamis (10/4/2025).

Workshop merupakan rangkaian dari Denpasar Education Festival 2025 diikuti 465 guru dari seluruh jenjang pendidikan dasar di Kota Denpasar dibuka Ketua Harian Bunda Literasi Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mewakili Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Turut hadir Wakil Ketua Harian Bunda Literasi Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan Kepala Dinas (Kadisdikpora) Kota Denpasar A.A Gede Wiratama.

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini dan menyatakan dukungan penuh meningkatkan wawasan dan keterampilan guru untuk menciptakan lingkungan belajar inspiratif dan adaptif. Workshop sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. ”Jenjang PAUD difokuskan pada penguatan budaya literasi dan numerasi, menanamkan kebiasaan membaca, menulis, serta berpikir logis sejak dini. Sementara jenjang SD dan SMP, tema berpikir komputasional dan pengenalan bahasa coding sangat penting dalam membekali siswa dengan keterampilan digital, pemecahan masalah, dan pola pikir sistematis,” ujarnya.

Ia menambahkan pembelajaran bermakna harus dikembangkan melalui inovasi dan strategi kreatif dari para pendidik. ”Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Dengan semangat Vasudhaiva Kutumbakam, mari kita bersama-sama memajukan dunia pendidikan di Kota Denpasar,” kata Ayu Kristi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan Bank Indonesia sangat peduli dan mendukung dunia pendidikan, khususnya jenjang usia dini dinilai sebagai fase paling penting dalam tumbuh kembang anak. ”Usia 3-6 tahun merupakan masa krusial dalam pembentukan kognitif, sosial, dan motorik anak. Karena itu, peran lingkungan termasuk prasekolah dan TK sangat signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  <strong>Angkasa Pura I Tawarkan Peluang Kerjasama Kepada Calon Investor Dalam SOE International Conference</strong>

Indra Gunawan mengatakan Bank Indonesia telah menjalin kerjasama dengan Disdikpora Kota Denpasar dalam menyusun bahan ajar mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah untuk siswa SD hingga SMA. Pemerintah Kota Denpasar bahkan telah mengeluarkan surat edaran agar materi ini dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran.

Menariknya, pada Denpasar Education Festival Mei mendatang akan diluncurkan bahan ajar Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dalam bentuk huruf braille khusus bagi siswa tunanetra. Inisiatif ini merupakan wujud inklusivitas dalam pendidikan yang terus dikembangkan di Kota Denpasar. (pas)

Shares: