Nasional

Denpasar Fashion Street 2026 Bertabur Karya Desainer Lokal dan Usung Misi Lingkungan
Diterbitkan: 7 Juni 2026, 16:20

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Denpasar Fashion Street (DFS) ke-3 tahun 2026, berlangsung di Pedestrian Patung Melanting, Sabtu (6/6/2026).

Selain bertabur puluhan karya desainer Kota Denpasar, gelaran DFS tahun ini membawa misi lingkungan yang kuat, yaitu menghadirkan stan khusus recycle use.

Stan ini didedikasikan untuk mengedukasi masyarakat mengenai sustainable fashion (fesyen berkelanjutan), yang menampilkan produk-produk upcycling dari limbah kain, serta membuka wadah bagi pengunjung yang ingin mendonasikan atau menukarkan pakaian layak pakai mereka.

Hadir pada acara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya.

Sekda Kota Denpasar Eddy Mulya menyampaikan DFS menghadirkan stan recycle use pada gelaran tahun ini, Pemerintah Kota Denpasar ingin menunjukkan komitmen kuat terhadap aksi nyata eco-fashion, sekaligus mengajak masyarakat agar bijak mengelola sampah tekstil. ”Melalui DFS 2026, Pemerintah Kota Denpasar ingin mewujudkan pergerakan fashion tidak hanya indah secara visual, tetapi berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi sirkular,” kata Eddy Mulya.

Eddy Mulya menyampaikan pelaksanaan DFS 2026 sengaja digelar di area pedestrian Pura Melanting berada di kawasan Pasar Badung. Pemerintah Kota Denpasar tengah berupaya melestarikan kawasan heritage, sebagai kekayaan budaya Kota Denpasar agar menjadi pusat ekonomi kreatif bagi masyarakat. ”Pemkot Denpasar ingin menghadirkan DFS sebagai ajang fashion yang dekat dengan masyarakat, dan dapat secara langsung dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Kepala Disperindag Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menjelaskan, DFS tahun ini mengusung tema ”Senarai Renjana”, berarti rangkaian rasa yang dikenakan. Terdapat 12 desainer lokal binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar yang ikut dalam acara ini.

Baca Juga :  Sekda Alit Wiradana Hadiri Rapat Rekonsiliasi Iuran Jamkes Pekerja Penerima Upah BPJS Kesehatan

Ia mengungkapkan, desainer yang menampilkan karyanya, yakni Rhea Cempaka, Dewi Anyar, Harmaita, Signature, Tenun Ikat Bali Nusa, Gita/Kwace Bali, Bali Puspa by Jro Puspa, Tresna/De’vastra, Jegeg Tribusana, Nethica Indonesia, Paras Bali, Lului dan juga Insitut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Ny. Antari Jaya negara menjelaskan, DFS 2026 digelar serangkaian peringatan Bulan Bung Karno pada bulan Juni, dan menggunakan konsep Fashion on The Street, yakni akses publik untuk semua warga Kota Denpasar. ”Pelaksanaan DFS tahun ini mengusung campaign fashion for all, dan siapa pun bisa turut berpartisipasi, karena fashion semestinya bisa dinikmati siapa saja. DFS menghadirkan ruang kreatif yang menampilkan karya para desainer Kota Denpasar lebih dekat dengan masyarakat,” ucapnya.

Ny. Antari Jaya Negara mengatakan, beberapa komunitas dilibatkan dalam acara ini. Lorakaca, produk Kerajinan dari perca kain, Rekynd menampilkan manajemen sampah tekstil, serta Membumi dengan ikonik workshop upcycle. ”Lewat DFS kami ingin menunjukkan fashion bukan hanya soal pakaian, tapi tentang rasa, identitas, dan tanggung jawab,” jelasnya. (pas)

Shares: