Nasional

Dukung Gerakan Semesta Berencana se-Bali, Pemkab Badung Tanam 4.400 Pohon dan Aksi Bersih Sungai
Diterbitkan: 26 Oktober 2025, 20:31

BADUNG, FORUMKEADILANBali.com – Memperingati Rahina Tumpek Wariga, yakni hari suci umat Hindu dimaknai memuliakan tumbuh-tumbuhan, sekaligus sebagai implementasi nilai Wana Kerthi, Pemerintah Kabupaten Badung turut berpartisipasi dalam ”Gerakan Semesta Berencana dalam aksi nyata penanaman pohon dan pembersihan sungai serentak dilaksanakan serentak di seluruh Bali, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster. Dari Kabupaten Badung hadir Bupati I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta turut menanam pohon dan mengikuti aksi bersih-bersih sungai bersama masyarakat.

Gerakan Semesta Berencana di DAS Ayung, Desa Bongkasa Pertiwi merupakan kegiatan kolaboratif dimotori Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra dan Kapolda Bali, serta melibatkan sinergi lintas lembaga antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan unsur masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program lingkungan berkelanjutan yang mengintegrasikan aksi penanaman pohon dan pembersihan sungai secara serentak di seluruh Bali.

Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suyasa, Anggota DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Badung. Selain itu, kegiatan ini diikuti Kepala OPD, ASN, Perbekel Bongkasa, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua WHDI Kabupaten Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat setempat.

Di Kabupaten Badung, kegiatan ini difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menanam 4.400 bibit pohon sarana upakara di berbagai titik. Kegiatan ini meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan, memperkuat ekosistem alam, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya air dan hutan.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta seusai kegiatan menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Gerakan Semesta Berencana bertepatan dengan perayaan Tumpek Wariga, memiliki makna spiritual mendalam sebagai wujud memuliakan tumbuh-tumbuhan. ”Sebagai umat Hindu, kita baru saja merayakan Tumpek Wariga, hari yang penuh makna untuk menanam dan memuliakan tumbuh-tumbuhan. Harapan saya, pohon yang kita tanam dapat tumbuh subur. Selain memberikan manfaat bagi keseimbangan alam serta kehidupan manusia, sesuai kearifan lokal Bali yang selalu menjunjunh tinggi keharmonisan antara manusia dan alam,” ujarnya.

Baca Juga :  <strong>Ajak Masyarakat ”Kelola Mis Jadi Mas”, Pemkot Denpasar Sosialisasikan Aturan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber</strong>

Bupati Adi Arnawa menegaskan kegiatan ini bentuk tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat, terutama setelah peristiwa banjir di Bali sempat melanda beberapa waktu lalu. Kejadian banjir tanggal 10 September lalu menjadi pengingat, kita menyadari masih ada masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. ”Melalui kegiatan hari ini, kami ingin menegaskan bahwa sungai bukan lagi halaman belakang, melainkan halaman depan wajib dijaga dan dirawat,” tegasnya.

Bupati Adi juga mengumumkan akan merevitalisasi kembali Gerakan Serentak Kebersihan (Gertak) untuk memperkuat semangat gotong royong di masyarakat. Program ini akan dilaksanakan dengan pola ”Bapak Angkat”, dan setiap kepala perangkat daerah akan bertanggung jawab atas satu wilayah dari total 62 wilayah di Badung (46 desa dan 16 kelurahan). ”Kami bersama Bapak Wakil Bupati sudah berkoordinasi untuk menghidupkan kembali semangat Gertak dengan pola ”Bapak Angkat”. Setiap pimpinan perangkat daerah akan bertanggung jawab terhadap wilayah tertentu dari 62 wilayah di Kabupaten Badung. Mereka akan berkoordinasi langsung dengan perbekel dan masyarakat setempat,” jelasnya.

Ia menegaskan Gerakan Semesta Berencana di Kabupaten Badung wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. Aksi penanaman pohon dan pembersihan sungai ini tidak hanya bersifat simbolik. Tetapi langkah konkret menuju terwujudnya Kabupaten Badung yang hijau, sehat, dan berdaya saing ekologis, sejalan dengan semangat Tri Hita Karana serta visi pembangunan Bali Era Baru 2025–2125.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang memimpin apel pelaksanaan kegiatan tersebut, menyampaikan sarat makna spiritual serta ekologis. ”Puja pangastuti lan angayubagia kita panjatkan ke hadapan Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara-Bhatari, para leluhur, dan lelangit Bali atas asung kertha wara nugraha-Nya, sehingga kita dapat berkumpul dalam kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana hari ini,” ujar Koster.

Baca Juga :  Berbasis Kompetensi, Pemkot Denpasar Gelar Bimtek Penyusunan Program Pelatihan LPKS

Koster menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi nilai Wana Kerthi, yaitu menjaga dan memuliakan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan manusia. ”Pada hari suci Tumpek Wariga, kita bersyukur kepada tumbuh-tumbuhan karena merekalah yang memberi kehidupan, oksigen untuk bernafas, pangan untuk bertahan hidup, dan keseimbangan ekosistem bagi kelestarian alam Bali. Melalui penanaman pohon hari ini, kita tidak hanya menanam bibit, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan Bali yang hijau, harmonis, dan berdaya saing ekologis,” tegasnya.

Ia menyampaikan data pelaksanaan kegiatan serentak di seluruh Bali sebanyak 29.289 personel terlibat dalam aksi penanaman pohon di area seluas 591 hektar, dengan total 35.750 bibit dari berbagai jenis pohon produktif, upacara, dan konservasi. Selain itu, 36.500 personel berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan sungai sepanjang 492 kilometer di seluruh kabupaten/kota di Bali. ”Gotong Royong Semesta Berencana akan menjadi gerakan berkelanjutan untuk mewujudkan Bali yang hijau dan harmonis, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru,” ucap Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Bleleng ini.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, aparat TNI-Polri, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. ”Apabila kegiatan seperti ini dilaksanakan secara konsisten, dua hal penting akan tercapai. Pertama, masyarakat akan semakin teredukasi dalam membangun budaya bersih dan gotong royong. Kedua, lingkungan, khususnya kawasan sungai, akan menjadi semakin bersih, indah, dan lestari,” papar Koster dilanjutkan penanaman pohon serentak serta pemantauan kegiatan melalui video conference oleh para kepala daerah di seluruh kabupaten/kota di Bali. (fkb/pas)

Shares: