Nasional

FKIP Unmas Denpasar Gelar International Community Service
Diterbitkan: 18 Juli 2026, 18:12 | Diperbarui: 18 Juli 2026, 18:19

SINGARAJA, FORUMKEADILANBALI.com – Sebagai salah satu perguruan tinggi swasta konsisten mengembangkan sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing secara global, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali menunjukan eksistensinya di tengah masyarakat. Sebagai bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, FKIP Unmas Denpasar, Rabu (16/7/2026) MenyelenggaraKan International Community Service bertajuk ”Empowering the Jimmy Hendrix Dance Group through Entrepreneurship, English Communication, Leadership, and Cultural Sustainability”. Kegiatan yang dilakukan atas kerjasama dengan SmartKickstart berlangsung di The Jimmy Hendrix Dance Group, Lovina, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan dibuka secara resmi Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar diwakili Biro Hubungan Internasional Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Putu Candrawati, S.Pd., M.Pd., berlangsung meriah dan menarik perhatian peserta. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Rob Van Loon, seorang trainer Internasonal, Dr. Nengah Dwi Handayani, Akademisi Unmas, serta Putu Sudita dari The Jimmy Hendrix Dance Group.

Dalam sambutannya, Candrawati mengemukakan, kegiatan ini salah satu bentuk nyata internasionalisasi perguruan tinggi yang tidak hanya memperluas jejaring kerjasama global, tetapi juga memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui pemberdayaan komunitas berbasis budaya. ”Melalaui kegiatan ini Unmas berharap mampu berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan, kemampuan berbahasa Inggris, kepemimpinan dan juga pelestarian budaya,” ujarnya

Ia menjelaskan, program pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional ini melibatkan kolaborasi tiga program studi di lingkungan FKIP Unmas Denpasar, yaitu Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata komitmen FKIP Unmas Denpasar menghadirkan pengabdian berdampak melalui kolaborasi lintas negara, dengan mengintegrasikan penguatan kompetensi kewirausahaan, komunikasi internasional, kepemimpinan, serta pelestarian budaya Bali.

Baca Juga :  <strong>Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 38 Orang</strong>

Narasumber internasional, Rob Van Loon, Founder sekaligus International Trainer SmartKickstart, menyampaikan materi bertajuk “Think Like a Young Entrepreneur: Building Confidence, Creativity, and Leadership.”

Rob Van Loon mengajak peserta membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini melalui penguatan rasa percaya diri, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kepemimpinan yang adaptif. Menurutnya, seorang wirausahawan muda tidak hanya dituntut mampu menciptakan peluang usaha, tetapi juga memiliki keberanian mengambil keputusan, bekerja sama dalam tim, dan terus berinovasi menghadapi perubahan global.

Sementara narasumber dari Kampus Unmas Dr. Nengah Dwi Handayani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan materi dengan tema “English for Young Cultural Ambassadors.” Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris menjadi kompetensi strategis bagi generasi muda yang berperan sebagai duta budaya. Bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali dan Indonesia kepada masyarakat dunia secara tepat, menarik, dan berkarakter. ”Kita berharap melalui kemampuan berbahasa Inggris kalangan generasi muda Bali mampu menjadi penyambung lidah tentang kekayaan budaya Bali dan Indonesia di kancah Internasional,” ujarnya.

Putu Sudita dari Balinese Dance Group Lovina (The Jimmy Hendrix Dance Group) memperkenalkan perjalanan komunitas seni yang selama ini konsisten melestarikan seni tari Bali sekaligus mengembangkan pertunjukan budaya sebagai daya tarik wisata di kawasan Lovina. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan budaya memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan mitra internasional, agar generasi muda semakin termotivasi menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya Bali.

Kegiatan berlangsung secara interaktif, praktik komunikasi, berbagi pengalaman, serta tanya jawab antara narasumber, dosen, mahasiswa, dan anggota komunitas seni. Para peserta memperoleh wawasan mengenai pengembangan jiwa kewirausahaan, peningkatan kemampuan komunikasi bahasa Inggris, penguatan kepemimpinan, serta strategi menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah dinamika globalisasi. Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (jel)

Baca Juga :  Gubernur Koster Tegaskan Bali Harus Mandiri Energi, Dorong Pemanfaatan EBT Laut di Nusa Penida
Shares: