Nasional

Gala Dinner FKPTPKI di Jayasabha, Gubernur Koster Tegaskan Bali Konsisten Jalankan Pembangunan Berbasis Kearifan Lokal
Diterbitkan: 21 Mei 2026, 18:34

DENPASAR, FORUMKEADILANBali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan komitmen Bali menjalankan pembangunan berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan saat menghadiri gala dinner bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FKPTPKI) di Jayasabha, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutannya, Koster menyampaikan apresiasi atas suksesnya forum nasional yang digelar selama dua hari di Universitas Udayana. Ia memperkenalkan Jayasabha sebagai tempat bersejarah memiliki nilai historis dan spiritual kuat bagi masyarakat Bali. ”Selamat datang di Jayasabha. Dulu tempat ini merupakan istana Kerajaan Badung dan kini menjadi lokasi menerima tamu-tamu kehormatan nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sebagai destinasi pariwisata dunia, kata Koster, Bali terus mengedepankan prinsip keramahtamahan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu tanpa membedakan latar belakang maupun jabatan.

Koster menjelaskan sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan produk lokal. Salah satunya melalui Peraturan Gubernur tentang penggunaan produk lokal Bali, mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga produk UMKM daerah. Selain itu, Pemprov Bali terus mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan styrofoam kini mulai diterapkan secara luas di hotel, restoran hingga pasar modern. ”Pembangunan ramah lingkungan sesungguhnya sudah lama hidup di Bali melalui warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat,” jelasnya.

Koster memaparkan konsep Sad Kerthi menjadi landasan pembangunan Bali. Ia mencontohkan pelaksanaan Tumpek Wariga sebagai bentuk penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan melalui pendekatan niskala dan sekala.

Menurutnya, masyarakat Bali diajarkan memuliakan alam karena tumbuhan menjadi sumber kehidupan manusia, mulai dari oksigen hingga pangan. Secara nyata, implementasinya diwujudkan melalui program penghijauan dan penanaman pohon.

Ia menyinggung konsep Segara Kerthi yang memuliakan laut sebagai sumber kehidupan dan bagian penting dalam siklus kehidupan masyarakat Bali. Tradisi tersebut diwujudkan melalui berbagai ritual adat, termasuk upacara pekelem. ”Budaya Bali mengajarkan bagaimana merawat bumi dan alam secara berkelanjutan. Kerusakan yang terjadi harus dikonservasi dan dipulihkan kembali,” katanya.

Baca Juga :  Rangkaian Karya di Kantor Bapenda Denpasar, Walikota Jaya Negara ”Ngiyas Bhatara Rambut Sedana"

Terkait kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi, Koster menyinggung program satu keluarga satu sarjana sudah bekerja sama dengan 22 perguruan tinggi di Bali. Tahun ini hampir 100 mahasiswa yang dibantu biaya kuliah dan biaya hidupnya. ”Ini khusus menyasar keluarga tidak mampu,” terangnya.

Lebih lanjut Koster mengungkapkan, kerjasama dengan perguruan tinggi akan lebih spesifik dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah, turun ke desa-desa dengan praktik lapangan tematik sesuai dengan program prioritas Pemerintah Provinsi mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perekonomian di tingkat desa. ”Bagi Perguruan Tinggi, ini momen untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dan menambah taraf keilmuan,” tandas Koster.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudiarsana mengatakan forum tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, akademisi dan dunia industri dalam pengembangan sektor kemaritiman Indonesia. ”Kita tidak hanya menghasilkan kebijakan organisasi, tetapi institusi pendidikan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul di bidang kemaritiman,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia, Agus Triyanto, mengaku terkesan dengan sambutan Pemerintah Provinsi Bali serta berbagai konsep pembangunan yang diterapkan di Pulau Dewata.

Menurutnya, Bali menjadi contoh bagaimana wilayah relatif kecil mampu berkembang dengan kekuatan budaya, tata kelola dan visi pembangunan yang jelas. ”Kami harus banyak belajar dari Bali. Forum ini siap berkolaborasi dan saling berbagi untuk kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi perikanan dan kelautan ke depan,” kata Agus.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pihak yang mendukung sehingga pertemuan perdana FKPTPKI di Bali dapat berlangsung dengan baik dan sukses. (fkb/pas)

Baca Juga :  <strong>Cegah Stunting, Kampanye Gerakan Nasional Ibu Hamil Sehat Digelar di Denpasar</strong>
Shares: